2. Melatih Empati dan Kepedulian
Doa ini tidak hanya mengingatkan tentang nikmat, tetapi juga menggerakkan hati untuk peduli. Dalam beberapa hadis, Rasulullah sangat menekankan pentingnya menolong orang yang sedang kesusahan, baik dengan tenaga, harta, maupun doa. Empati adalah inti persaudaraan.
Baca Juga: Akibat Julid pada Hubungan Sesama Muslim
3. Mendorong Kesadaran Akan Nikmat yang Sering Terlupa
Banyak nikmat tidak terasa sebagai nikmat sampai kita melihat seseorang kehilangannya. Rumah yang aman, tubuh yang sehat, pekerjaan yang stabil, keluarga yang utuh. Doa ini membangunkan rasa syukur yang sering tertidur.
Adab Ketika Melihat Musibah
IFA.id merangkum beberapa adab penting yang diajarkan Islam ketika melihat musibah. Adab ini tidak kalah penting dari doa itu sendiri karena membentuk karakter seorang Muslim.
1. Tidak Menyebut Musibah sebagai Azab
Salah satu kekeliruan yang sering terjadi adalah mudah menghakimi musibah orang lain sebagai bentuk hukuman dari Allah. Padahal manusia tidak tahu rahasia Allah. Terkadang musibah justru menjadi cara Allah meninggikan derajat seseorang.
Karena itu, adab pertama adalah menghindari penghakiman spiritual.
Baca Juga: Julid di Media Sosial Menurut Ulama
2. Tidak Merendahkan atau Menghina
Beberapa orang mengomentari musibah orang lain dengan nada meremehkan: “Seharusnya hati-hati”, “Kan sudah dibilang”, dan sebagainya. Komentar ini bukan hanya tidak etis tetapi juga bertentangan dengan akhlak Islam. Adab utama adalah menenangkan, bukan menyudutkan.
3. Mendoakan Dalam Hati
Doa yang dianjurkan sebaiknya dibaca tanpa didengar oleh korban musibah. Ini menjaga perasaan mereka sekaligus menjaga tujuan doa agar tetap murni sebagai zikir.