ibrah

Rahasia Sunnah Kurma Pagi yang Jarang Dibahas

Senin, 24 November 2025 | 11:49 WIB
Rahasia sunnah kurma pagi yang memberi energi, keberkahan, dan ketenangan sepanjang hari. (Foto/Ilustrasi)

IFA.id – Ada sebuah kebiasaan kecil dalam keseharian Nabi Muhammad yang sering dilewati begitu saja oleh banyak orang.  Bukan ritual panjang atau amalan berat, tetapi sesuatu yang tampak sangat sederhana: makan kurma di pagi hari.

Sederhana, murah, mudah ditemukan, tetapi memiliki nilai spiritual, historis, sekaligus manfaat kesehatan yang besar. Banyak riwayat menyebutkan bahwa kurma bukan sekadar buah, tetapi simbol energi, keberkahan, dan ketenangan.

Seorang sahabat pernah menggambarkan bagaimana Nabi memulai hari dengan penuh kelembutan dan kesadaran.

Dalam banyak kesempatan, kurma menjadi bagian dari rutinitas itu. Mungkin inilah alasan mengapa tradisi makan kurma bertahan sampai hari ini, terutama di wilayah-wilayah Islam kuno yang menjadikan kurma sebagai makanan pokok.

Baca Juga: Momentum Hijrah: Bismillah Kembali Jadi Pembuka Setiap Langkah

Di banyak daerah, termasuk Indonesia, kurma lebih sering muncul saat Ramadan. Padahal, jika melihat sunnah dan kisah Nabi, kurma justru relevan untuk dijadikan bagian dari kehidupan harian, terutama pagi hari. Lalu, apa sebenarnya rahasia di balik kebiasaan ini?

Kurma dalam Islam: Sebuah Sunnah yang Penuh Pesan

Dalam salah satu hadis yang paling sering disebut, Nabi bersabda bahwa “Barang siapa mengonsumsi tujuh butir kurma Ajwa di pagi hari, tidak akan terkena racun dan sihir pada hari itu.”

Pesan ini sering dipahami secara tekstual, namun banyak ulama melihatnya sebagai gambaran bahwa kurma memiliki nilai proteksi, baik spiritual maupun fisik.

IFA.id mencatat bahwa banyak ulama menafsirkan hadis ini bukan selalu dalam makna ajaib, tetapi sebagai penegasan bahwa kurma adalah makanan yang menguatkan tubuh, meningkatkan imun, dan memberi energi stabil sejak pagi.

Baca Juga: Tradisi Mulia: Kiai Ingatkan Pentingnya Bismillah Sejak Dini

Jika Rasul hidup di masa sekarang, mungkin sebagian ahli gizi akan menyandingkan kurma dengan istilah modern seperti slow-release energy, mineral density, atau natural glucose stabilizer. Ini menunjukkan bahwa anjuran Nabi tidak pernah lepas dari hikmah ilmiah.

Mengapa Pagi Hari Sangat Ditekankan?

Halaman:

Tags

Terkini

Cara Terbaik Bersedekah untuk Anak Yatim Menurut Islam

Kamis, 27 November 2025 | 10:08 WIB

Rahasia Besar di Balik Sedekah untuk Anak Yatim

Kamis, 27 November 2025 | 10:02 WIB

Mengapa Sedekah kepada Anak Yatim Dilipatgandakan?

Kamis, 27 November 2025 | 09:51 WIB

Keajaiban Sedekah Anak Yatim dalam Islam

Kamis, 27 November 2025 | 09:45 WIB

Ujian atau Azab? Cara Islam Memandang Musibah

Rabu, 26 November 2025 | 12:19 WIB

Sikap Terbaik Saat Menolong Korban Musibah

Rabu, 26 November 2025 | 12:05 WIB

Mengapa Islam Melarang Menghina Musibah Orang Lain?

Rabu, 26 November 2025 | 11:58 WIB

Doa yang Dianjurkan Ketika Melihat Musibah

Rabu, 26 November 2025 | 11:49 WIB

Adab Muslim Saat Melihat Orang Kena Musibah

Rabu, 26 November 2025 | 11:44 WIB

Rahasia Hikmah di Balik Musibah Menurut Islam

Rabu, 26 November 2025 | 11:37 WIB

Mitos dan Fakta tentang Hijab yang Sering Disalahpahami

Selasa, 25 November 2025 | 11:25 WIB

Perjalanan Hijab dari Masa Nabi hingga Era Modern

Selasa, 25 November 2025 | 11:11 WIB

Mengapa Hijab Diwajibkan? Penjelasan Dalil dan Hikmahnya

Selasa, 25 November 2025 | 11:07 WIB