Pertanyaan yang sering muncul adalah: mengapa harus pagi hari? Mengapa bukan siang, sore, atau sebelum tidur saja?
Secara fisiologis, pagi hari adalah waktu tubuh mengalami lonjakan kebutuhan energi. Saat seseorang bangun dari tidur, glukosa darah cenderung rendah. Kurma dikenal memberikan sumber energi cepat tetapi stabil.
Tidak seperti gula olahan yang memicu kenaikan drastis lalu penurunan tajam, kurma memiliki keseimbangan yang lebih baik.
Baca Juga: Bismillah Sebagai Tameng: Sunnah yang Menenangkan Jiwa
IFA.id merangkum beberapa penjelasan ilmiah yang relevan:
-
Kurma mengandung sukrosa, fruktosa, dan glukosa, yang membantu tubuh memulai aktivitas tanpa “crash”.
-
Kandungan serat membuat rasa kenyang bertahan lebih lama.
-
Mineral seperti kalium, magnesium, dan zat besi mendukung metabolisme pagi.
-
Fitonutrien pada kurma membantu menenangkan sistem saraf.
Dalam konteks sunnah, makan kurma di pagi hari mengajarkan bahwa memulai hari tidak harus dengan sesuatu yang berat. Nabi mengajarkan kepekaan terhadap tubuh: memberi energi, bukan membebani.
Kurma sebagai Sumber Energi Emosional dan Spiritual
Yang sering terlupakan, kurma tidak hanya disebut dalam konteks nutrisi, tetapi juga dalam konteks emosi dan spiritualitas.
Baca Juga: Generasi Muda Tinggalkan Bismillah? IFA.id Soroti Dampaknya
Dalam banyak hadis, kurma hadir sebagai simbol keberkahan. Tidak heran jika masyarakat Madinah dahulu menjadikan kurma sebagai “teman hidup”, mulai dari sarapan hingga perayaan.
IFA.id mencatat bahwa dalam tradisi Islam klasik, kurma menjadi buah yang sering diberikan kepada tamu, dihidangkan saat kelahiran, hingga menjadi pengiring doa pada momen-momen penting. Semua ini membentuk makna emosional yang membuat kurma lebih dari sekadar buah.
Artikel Terkait
Bolehkah Walimatu Safar? Pandangan Ulama Klasik dan Kontemporer
Adab Walimatu Safar: Doa, Niat, dan Etika Sebelum Bepergian
Walimatu Safar untuk Jamaah Umrah dan Haji: Bagaimana Tuntunan Syariat?