Bahan dasarnya memang halal secara syariat. Daging sapi, ayam, ikan, sayur, buah, dan biji-bijian tergolong kategori ini. Sebaliknya, babi, anjing, dan hewan buas otomatis haram.
2. Halal prosesnya
Makanan boleh saja berasal dari bahan halal, tetapi menjadi tidak halal bila tercemar oleh proses yang salah. Misalnya:
-
Daging halal yang dipotong tanpa syariat.
-
Bahan halal yang tercampur alkohol.
-
Makanan bersentuhan dengan alat yang digunakan untuk memasak makanan haram.
Konsep inilah yang sering membuat banyak keluarga kebingungan ketika membeli makanan olahan modern. Maka, edukasi jadi penting agar semua keluarga bisa memilih dengan bijak.
Baca Juga: Pentingnya Sertifikasi Halal untuk Keseharian
Realitas Hidup Modern: Halal Tidak Selalu Jelas
Sekarang, keluarga dihadapkan pada ratusan pilihan produk setiap hari. Mulai dari minuman boba, keju impor, makanan kaleng, snack anak, hingga produk instan yang dikemas begitu menarik. Masalahnya, tidak semua produsen transparan.
IFA.id menemukan beberapa kebingungan yang sering muncul dalam keluarga muda:
-
Produk viral belum tentu halal.
-
Produk impor sering memakai istilah rumit tentang gelatin, emulsifier, atau shortening.
-
Restoran kekinian banyak yang belum tersertifikasi meski ramai pengunjung.
-
Banyak orang masih bingung membedakan halal, haram, dan syubhat.