IFA.id - Kadang ada momen ketika seseorang berdiri di halaman masjid selepas subuh, menghirup udara yang tiba-tiba terasa lebih berat daripada biasanya. Seakan bumi sedang berusaha berbicara, tetapi suaranya tenggelam oleh kesibukan kota.
IFA.id pernah mencatat kisah seorang santri di Jawa Barat yang sadar bahwa sampah plastik di sungai kecil dekat pesantrennya sudah mulai mengganggu aktivitas warga. Dari momen sederhana itu, pertanyaan besar muncul: bukankah menjaga bumi adalah bagian dari ibadah?
Di sinilah lahir kembali sebuah kesadaran yang kini dikenal sebagai Green Islam, satu tren kajian Islam kontemporer yang makin menguat beberapa tahun terakhir.
Gerakan ini bukan sekadar kampanye daur ulang atau ajakan menanam pohon, tetapi upaya menyatukan nilai spiritual Islam dengan kepedulian lingkungan. IFA.id merangkum perjalanan gagasan ini, bagaimana ia tumbuh, mengakar, dan menjadi inspirasi bagi umat.
Baca Juga: Ketika Hati Gelisah, Malam Jumat Menjawab: Doa yang Diajarkan Ulama
Jejak Awal: Lingkungan sebagai Amanah
Sejak masa awal Islam, bumi bukan sekadar tempat tinggal melainkan amanah. Banyak ulama klasik menegaskan bahwa kerusakan alam bukan hanya persoalan teknis, tetapi juga moral.
Dalam Al-Qur’an terdapat peringatan yang jelas: kerusakan di darat dan laut terjadi karena ulah manusia. Pesan itu sederhana, tetapi dalam.
IFA.id mencatat bahwa dalam berbagai kajian tafsir modern, para cendekiawan mulai melihat ayat tersebut bukan hanya sebagai peringatan spiritual, tetapi juga sebagai panggilan ekologis.
Artinya: krisis lingkungan bukan sekadar statistik ilmiah, tapi juga tanda perlunya memperbaiki hubungan manusia dengan alam.
Di era modern, kesadaran ini menjadi semakin relevan. Polusi udara meningkat, sampah plastik menumpuk, air bersih sulit di beberapa wilayah, dan perubahan iklim memberi dampak langsung pada kehidupan masyarakat Muslim.
Baca Juga: Tidak Semua Doa Sama: Inilah Amalan Malam Jumat yang Diutamakan Nabi
Maka lahirlah gerakan-gerakan kecil dari berbagai komunitas Islam yang mulai menekankan etika lingkungan dalam kehidupan sehari-hari.
Eco-Pesantren: Ketika Spiritualitas Bertemu Keberlanjutan