Kamis, 4 Juni 2026

Green Islam: Menyatukan Spiritualitas dan Kepedulian Lingkungan

- Sabtu, 15 November 2025 | 13:47 WIB
IFA.id menghadirkan harmoni antara iman dan alam, menggambarkan bagaimana spiritualitas hijau tumbuh dari kepedulian kecil yang dilakukan setiap hari. (Foto/Ilustrasi)
IFA.id menghadirkan harmoni antara iman dan alam, menggambarkan bagaimana spiritualitas hijau tumbuh dari kepedulian kecil yang dilakukan setiap hari. (Foto/Ilustrasi)

 

IFA.id - Kadang ada momen ketika seseorang berdiri di halaman masjid selepas subuh, menghirup udara yang tiba-tiba terasa lebih berat daripada biasanya. Seakan bumi sedang berusaha berbicara, tetapi suaranya tenggelam oleh kesibukan kota.

IFA.id pernah mencatat kisah seorang santri di Jawa Barat yang sadar bahwa sampah plastik di sungai kecil dekat pesantrennya sudah mulai mengganggu aktivitas warga. Dari momen sederhana itu, pertanyaan besar muncul: bukankah menjaga bumi adalah bagian dari ibadah?

Di sinilah lahir kembali sebuah kesadaran yang kini dikenal sebagai Green Islam, satu tren kajian Islam kontemporer yang makin menguat beberapa tahun terakhir.

Gerakan ini bukan sekadar kampanye daur ulang atau ajakan menanam pohon, tetapi upaya menyatukan nilai spiritual Islam dengan kepedulian lingkungan. IFA.id merangkum perjalanan gagasan ini, bagaimana ia tumbuh, mengakar, dan menjadi inspirasi bagi umat.

Baca Juga: Ketika Hati Gelisah, Malam Jumat Menjawab: Doa yang Diajarkan Ulama

Jejak Awal: Lingkungan sebagai Amanah

Sejak masa awal Islam, bumi bukan sekadar tempat tinggal melainkan amanah. Banyak ulama klasik menegaskan bahwa kerusakan alam bukan hanya persoalan teknis, tetapi juga moral.

Dalam Al-Qur’an terdapat peringatan yang jelas: kerusakan di darat dan laut terjadi karena ulah manusia. Pesan itu sederhana, tetapi dalam.

IFA.id mencatat bahwa dalam berbagai kajian tafsir modern, para cendekiawan mulai melihat ayat tersebut bukan hanya sebagai peringatan spiritual, tetapi juga sebagai panggilan ekologis.

Artinya: krisis lingkungan bukan sekadar statistik ilmiah, tapi juga tanda perlunya memperbaiki hubungan manusia dengan alam.

Di era modern, kesadaran ini menjadi semakin relevan. Polusi udara meningkat, sampah plastik menumpuk, air bersih sulit di beberapa wilayah, dan perubahan iklim memberi dampak langsung pada kehidupan masyarakat Muslim.

Baca Juga: Tidak Semua Doa Sama: Inilah Amalan Malam Jumat yang Diutamakan Nabi

Maka lahirlah gerakan-gerakan kecil dari berbagai komunitas Islam yang mulai menekankan etika lingkungan dalam kehidupan sehari-hari.

Eco-Pesantren: Ketika Spiritualitas Bertemu Keberlanjutan

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Cara Terbaik Bersedekah untuk Anak Yatim Menurut Islam

Kamis, 27 November 2025 | 10:08 WIB

Rahasia Besar di Balik Sedekah untuk Anak Yatim

Kamis, 27 November 2025 | 10:02 WIB

Mengapa Sedekah kepada Anak Yatim Dilipatgandakan?

Kamis, 27 November 2025 | 09:51 WIB

Keajaiban Sedekah Anak Yatim dalam Islam

Kamis, 27 November 2025 | 09:45 WIB

Ujian atau Azab? Cara Islam Memandang Musibah

Rabu, 26 November 2025 | 12:19 WIB

Sikap Terbaik Saat Menolong Korban Musibah

Rabu, 26 November 2025 | 12:05 WIB

Mengapa Islam Melarang Menghina Musibah Orang Lain?

Rabu, 26 November 2025 | 11:58 WIB

Doa yang Dianjurkan Ketika Melihat Musibah

Rabu, 26 November 2025 | 11:49 WIB

Adab Muslim Saat Melihat Orang Kena Musibah

Rabu, 26 November 2025 | 11:44 WIB

Rahasia Hikmah di Balik Musibah Menurut Islam

Rabu, 26 November 2025 | 11:37 WIB

Mitos dan Fakta tentang Hijab yang Sering Disalahpahami

Selasa, 25 November 2025 | 11:25 WIB

Perjalanan Hijab dari Masa Nabi hingga Era Modern

Selasa, 25 November 2025 | 11:11 WIB

Mengapa Hijab Diwajibkan? Penjelasan Dalil dan Hikmahnya

Selasa, 25 November 2025 | 11:07 WIB

Terpopuler

X