Membaca Al-Kahfi di Hari Jumat memiliki banyak keutamaan.
Selain mendapatkan cahaya pada hari kiamat, membaca surat ini juga memunculkan energi tenang yang membuat doa terasa lebih khusyuk.
Ada yang membaca di pagi hari, ada yang menjelang siang.
Tidak ada aturan baku, selama dilakukan pada Hari Jumat.
4. Memperpanjang Doa Setelah Ashar
Langkah ini sangat sederhana tetapi sering terlewat.
Waktu antara Ashar dan Maghrib adalah momen yang banyak diyakini sebagai puncak dari sa’atul ijabah. Momen ketika seseorang duduk, menunggu Maghrib, dengan hati yang perlahan menurun menuju ketenangan.
Baca Juga: Darah, Doa, dan Daging: Ekonomi Berkah di Balik Ibadah Kurban
Inilah jam-jam terbaik untuk mengungkapkan permohonan terdalam.
IFA.id merekomendasikan agar seseorang meluangkan waktu 10–15 menit khusus untuk berdoa di jam ini.Tidak perlu tergesa. Biarkan doa mengalir pelan.
5. Menghindari Perdebatan atau Hal yang Memecah Fokus
Salah satu cara menjaga kesakralan Hari Jumat adalah menjauhkan diri dari pertengkaran atau perdebatan yang tak penting.
Pertengkaran mengeraskan hati, dan ketika hati keras, doa tidak mengalir dengan alami.
Hari Jumat seolah meminta: tenanglah, dan biarkan yang baik mengalir.
Baca Juga: Menghindari Riya di Hari Raya: Menjaga Niat Kurban Tetap Suci
6. Berdoa dengan Bahasa yang Mengalir dari Hati
Banyak yang merasa harus menyiapkan kalimat yang baku untuk berdoa.
Padahal yang paling dibutuhkan hanyalah ketulusan.
Doa yang keluar dari hati—dengan kata-kata yang apa adanya—lebih sering mengetuk pintu langit dibanding doa yang terlalu disusun.