Hari Nabi Adam diciptakan.
Hari Nabi Adam dimasukkan ke surga.
Hari doa lebih dekat pada pengabulan.
Jika digambarkan secara sederhana, Jumat adalah ruang spiritual yang menyatukan banyak momentum besar. Tidak mengherankan jika dalam hari ini Allah menaruh hadiah berupa waktu yang doa tak tertolak.
Baca Juga: Rahasia Berkah Hari Jumat yang Sering Terlewat
Cara Mengoptimalkan Waktu Mustajab Hari Jumat
IFA.id merangkum beberapa langkah sederhana agar waktu mustajab ini benar-benar terasa dalam kehidupan sehari-hari. Tidak semua harus dilakukan sekaligus. Namun semakin sering dilakukan, semakin terbuka hati menyambut keberkahannya.
1. Menjaga Hati Sejak Pagi
Suasana hati menentukan cara seseorang merasakan Hari Jumat.
Pagi yang dimulai dengan hamdalah, zikir ringan, atau tilawah pendek dapat melapangkan batin untuk memasuki hari penuh keberkahan.
Banyak yang merasakan, semakin tenang seseorang di pagi Jumat, semakin mudah doa mengalir sepanjang hari.
2. Memperbanyak Shalawat
Hari Jumat dikenal sebagai hari yang dianjurkan untuk memperbanyak shalawat.
Shalawat bukan sekadar ucapan, melainkan bentuk cinta dan kedekatan kepada Nabi.
Dan cinta inilah yang menenangkan hati sebelum meminta kepada Tuhan.
Baca Juga: Darah, Doa, dan Daging: Ekonomi Berkah di Balik Ibadah Kurban
IFA.id mengamati bahwa banyak ulama mengajarkan shalawat sebagai cara menyiapkan hati sebelum memasuki waktu mustajab.
3. Tidak Melewatkan Surat Al-Kahfi
Artikel Terkait
Doa dan Harapan di Hari Kamis: Menyambut Jumat Penuh Cahaya
Makna Tersembunyi di Balik Darah Qurban: Bukan Sekadar Menyembelih
Berkurban di Era Digital: Ketika Ibadah Bertemu Teknologi