Beberapa ulama menjelaskan bahwa suasana saat itu sedang dipenuhi zikir, tilawah, dan tausiyah. Hati sedang mengarah pada kebaikan. Doa sedang dekat dengan ketundukan.
Pada momen itu, seseorang diajak diam, mendengar, dan menenangkan diri. Ada ketentraman yang khas. Dan ketentraman inilah yang membuka pintu doa.
Bayangkan seseorang duduk di saf masjid, mendengar lantunan khatib, meresapi kalimat demi kalimat. Kadang dada terasa ringan, kadang tersentuh, kadang ada permohonan yang diam-diam muncul. Saat itulah doa mudah mengalir, bahkan ketika bibir tak bersuara.
Baca Juga: Amalan Jumat Pembuka Rezeki Menurut Sunnah
2. Pada Waktu Menjelang Maghrib di Hari Jumat
Pendapat kedua dan yang paling populer menyebut bahwa waktu mustajab berada antara waktu Ashar hingga tenggelamnya matahari.
Ini waktu yang istimewa.
Suasana mulai senyap, langkah manusia melambat, dan cahaya sore memberikan nuansa kontemplatif. Banyak yang mengaku doa yang diucapkan dengan penuh harap di jam-jam ini terasa lebih dalam.
Beberapa ulama menjelaskan bahwa waktu menjelang maghrib, khususnya di Hari Jumat, adalah pintu kecil menuju ketenangan.
Yang memohon, memohon dengan lebih jujur.
Yang berharap, berharap dengan lebih syahdu.
Dan di antara harapan-harapan itu, pintu ijabah terbuka lebih lebar.
Baca Juga: Keutamaan Hari Jumat dalam Islam yang Perlu Dipahami
Mengapa Hari Jumat Begitu Istimewa?
IFA.id mencatat bahwa keutamaan Hari Jumat bukan sekadar tradisi turun-temurun. Ada landasan kuat yang menjadikannya hari paling berkah.
Beberapa kemuliaan Hari Jumat antara lain:
-
Hari ini disebut sebagai pemimpin seluruh hari.
-
Hari dikumpulkannya manusia kelak di akhirat.