ibrah

Dari Sahur Hingga Sedekah: Menelusuri Tradisi Kamis Berkah di Nusantara

Kamis, 13 November 2025 | 14:27 WIB
Santri dan warga berbagi nasi bungkus dalam program Kamis Berkah di halaman masjid desa. Sebuah tradisi yang menyatukan doa dan kepedulian sosial di tengah masyarakat Muslim Indonesia. (Foto/Ilustrasi)

IFA.id - Setiap Kamis pagi, ada pemandangan yang meneduhkan di banyak sudut Nusantara. Di depan masjid, para ibu menyiapkan nasi bungkus. Di gang-gang kecil, anak-anak membawa wadah plastik untuk membagikan bubur.

Di pesantren, santri berbaris sambil bershalawat, menunggu giliran untuk berbagi makanan kepada warga sekitar. Semua itu bukan sekadar kegiatan sosial ini adalah wujud nyata dari Kamis Berkah, tradisi yang tumbuh dari akar keimanan dan kepedulian.

IFA.id mencatat, fenomena Kamis Berkah bukan hal baru. Ia berkembang dari nilai-nilai Islam tentang pentingnya sedekah, kebersamaan, dan mencari keberkahan menjelang Jumat, hari yang disebut sayyidul ayyam—penghulu segala hari.

Awal Mula Tradisi Kamis Berkah

Banyak masyarakat Muslim percaya bahwa hari Kamis adalah waktu istimewa. Dalam hadis riwayat At-Tirmidzi disebutkan, “Amal perbuatan manusia dilaporkan setiap Senin dan Kamis. Maka aku ingin amalanku dilaporkan saat aku berpuasa.”

Baca Juga: Kamis Berkah, Pintu Rezeki Terbuka: Amalan Kecil, Pahala Besar

Itulah sebabnya Rasulullah SAW kerap berpuasa pada hari Kamis, dan umat Islam meneladani beliau dengan berbagai amalan kebaikan.

Seiring waktu, nilai spiritual itu menjelma dalam budaya masyarakat. Di Jawa, muncul istilah “Kamisan”, di mana masyarakat berbagi makanan atau rezeki sebelum Jumat.

Di Sumatera Barat, sejumlah pesantren punya agenda “Sedekah Kamis”, sementara di Makassar dan Lombok, kegiatan Kamis Berkah dilakukan dengan pembagian nasi kotak kepada fakir miskin.

Tradisi ini menjadi bagian penting dari identitas sosial: bukan sekadar ibadah individu, tapi ibadah yang menghidupkan solidaritas.

Baca Juga: Rahasia Kamis Berkah: Mengapa Hari Ini Disebut Waktu Mustajab Doa?

Dari Sahur hingga Sedekah: Rangkaian Kegiatan yang Penuh Makna

  1. Sahur Bersama
    Di beberapa daerah pesantren, Kamis Berkah dimulai sejak sahur. Para santri bangun lebih awal untuk sahur berjamaah sebelum menjalankan puasa sunnah Kamis. Momen ini bukan sekadar makan bersama, tapi juga latihan disiplin dan keikhlasan.

Halaman:

Tags

Terkini

Cara Terbaik Bersedekah untuk Anak Yatim Menurut Islam

Kamis, 27 November 2025 | 10:08 WIB

Rahasia Besar di Balik Sedekah untuk Anak Yatim

Kamis, 27 November 2025 | 10:02 WIB

Mengapa Sedekah kepada Anak Yatim Dilipatgandakan?

Kamis, 27 November 2025 | 09:51 WIB

Keajaiban Sedekah Anak Yatim dalam Islam

Kamis, 27 November 2025 | 09:45 WIB

Ujian atau Azab? Cara Islam Memandang Musibah

Rabu, 26 November 2025 | 12:19 WIB

Sikap Terbaik Saat Menolong Korban Musibah

Rabu, 26 November 2025 | 12:05 WIB

Mengapa Islam Melarang Menghina Musibah Orang Lain?

Rabu, 26 November 2025 | 11:58 WIB

Doa yang Dianjurkan Ketika Melihat Musibah

Rabu, 26 November 2025 | 11:49 WIB

Adab Muslim Saat Melihat Orang Kena Musibah

Rabu, 26 November 2025 | 11:44 WIB

Rahasia Hikmah di Balik Musibah Menurut Islam

Rabu, 26 November 2025 | 11:37 WIB

Mitos dan Fakta tentang Hijab yang Sering Disalahpahami

Selasa, 25 November 2025 | 11:25 WIB

Perjalanan Hijab dari Masa Nabi hingga Era Modern

Selasa, 25 November 2025 | 11:11 WIB

Mengapa Hijab Diwajibkan? Penjelasan Dalil dan Hikmahnya

Selasa, 25 November 2025 | 11:07 WIB