ibrah

Doa Syukur Nabi Muhammad SAW: Sujud Panjang di Tengah Malam

Sabtu, 8 November 2025 | 17:23 WIB
Sujud panjang Nabi Muhammad SAW di tengah malam bukan sekadar ibadah, tapi ungkapan syukur terdalam. (Foto/Ilustrasi)

 

IFA.id - Di tengah sunyi malam, ketika dunia terlelap dan bintang-bintang menggantung rendah di langit Madinah, Rasulullah ﷺ berdiri di atas sajadahnya. Kain tipis membungkus tubuh beliau, sementara mata yang penuh cinta menatap ke arah kiblat.

Lalu, dalam sujud yang panjang, terdengar lirih doa yang melampaui kata-kata: “Ya Allah, ampunilah dosaku, kecil maupun besar, yang nampak maupun tersembunyi.”

Malam itu, Rasulullah tidak hanya berdoa untuk dirinya, tapi untuk umatnya. Doa-doa beliau adalah bukti betapa syukurnya hati yang selalu ingat kepada Sang Pemberi, bahkan di saat nikmat sudah mencapai puncak.

 

Doa Syukur Nabi Muhammad ﷺ

اللّهُمَّ أَعِنِّي عَلَى ذِكْرِكَ وَشُكْرِكَ وَحُسْنِ عِبَادَتِكَ

Allāhumma a‘innī ‘alā dzikrika wa syukrika wa husni ‘ibādatik.

Artinya:
“Ya Allah, tolonglah aku untuk selalu mengingat-Mu, bersyukur kepada-Mu, dan beribadah kepada-Mu dengan sebaik-baiknya.”
(HR. Abu Daud, an-Nasa’i)

Baca Juga: Ketika Ramadan Mengubah Hidup: Setiap Ramadan datang, ada sesuatu yang berubah dalam diri manusia. Tidak semua bisa dijelaskan dengan logika, tapi sel

Syukur di Tengah Nikmat yang Tak Terhitung

Rasulullah ﷺ adalah manusia yang paling berhak untuk merasa “selesai”. Beliau telah diampuni dosanya, dijanjikan surga, dan diangkat derajatnya sebagai kekasih Allah. Namun justru dalam kondisi itulah beliau memperbanyak sujud dan air mata.

Ketika Aisyah r.a. melihat kaki Rasulullah bengkak karena terlalu lama berdiri dalam shalat malam, ia bertanya dengan lembut,

“Wahai Rasulullah, mengapa engkau masih beribadah demikian berat, padahal Allah telah mengampuni dosamu yang lalu dan yang akan datang?” Rasulullah ﷺ menjawab, “Tidakkah sebaiknya aku menjadi hamba yang bersyukur?”

Kalimat itu bukan hanya jawaban, tapi hikmah abadi. Bahwa syukur sejati bukan sekadar ucapan ‘Alhamdulillah’, melainkan wujud cinta kepada Allah dalam bentuk amal dan ketundukan.

Baca Juga: Ramadan di Nusantara: Tradisi Berkah dari Sabang sampai Merauke

Makna Syukur yang Diajarkan Rasulullah

Bersyukur bukan berarti berhenti berusaha, bukan pula berarti berpuas diri. Syukur adalah kesadaran bahwa setiap napas adalah pemberian, setiap langkah adalah izin, dan setiap ujian adalah tanda perhatian.

Halaman:

Tags

Terkini

Cara Terbaik Bersedekah untuk Anak Yatim Menurut Islam

Kamis, 27 November 2025 | 10:08 WIB

Rahasia Besar di Balik Sedekah untuk Anak Yatim

Kamis, 27 November 2025 | 10:02 WIB

Mengapa Sedekah kepada Anak Yatim Dilipatgandakan?

Kamis, 27 November 2025 | 09:51 WIB

Keajaiban Sedekah Anak Yatim dalam Islam

Kamis, 27 November 2025 | 09:45 WIB

Ujian atau Azab? Cara Islam Memandang Musibah

Rabu, 26 November 2025 | 12:19 WIB

Sikap Terbaik Saat Menolong Korban Musibah

Rabu, 26 November 2025 | 12:05 WIB

Mengapa Islam Melarang Menghina Musibah Orang Lain?

Rabu, 26 November 2025 | 11:58 WIB

Doa yang Dianjurkan Ketika Melihat Musibah

Rabu, 26 November 2025 | 11:49 WIB

Adab Muslim Saat Melihat Orang Kena Musibah

Rabu, 26 November 2025 | 11:44 WIB

Rahasia Hikmah di Balik Musibah Menurut Islam

Rabu, 26 November 2025 | 11:37 WIB

Mitos dan Fakta tentang Hijab yang Sering Disalahpahami

Selasa, 25 November 2025 | 11:25 WIB

Perjalanan Hijab dari Masa Nabi hingga Era Modern

Selasa, 25 November 2025 | 11:11 WIB

Mengapa Hijab Diwajibkan? Penjelasan Dalil dan Hikmahnya

Selasa, 25 November 2025 | 11:07 WIB