Baca Juga: Dari Kantor ke Masjid: Cerita Nyata Profesional yang Menemukan Makna Ibadah dalam Pekerjaan
Hidup yang benar bukan diukur dari lamanya waktu, tapi dari dalamnya makna.
Seseorang bisa hidup singkat, tapi meninggalkan jejak panjang dalam hati banyak orang.
Setiap hari adalah kesempatan untuk menyiapkan pulang — membersihkan hati, memperbaiki niat, memperbanyak amal. Dunia hanya sementara, tapi bekal akhirat abadi.
Doa Renungan
اللَّهُمَّ اجْعَلْنَا مِمَّنْ يَتَّعِظُ بِالْمَوْتِ، وَيَسْتَعِدُّ لِمَا بَعْدَهُ
Allahumma aj‘alnā mimman yata‘izhu bil-maut, wa yasta‘iddu limā ba‘dah.
“Ya Allah, jadikanlah kami termasuk orang yang mengambil pelajaran dari kematian dan bersiap untuk kehidupan setelahnya.”
Baca Juga: Ekonomi Tumbuh, Iman Tersentuh: Filosofi ‘Kerja adalah Ibadah’ Menyentuh Generasi Muda
IFA.id percaya, belajar ikhlas dari kematian bukan berarti pasrah tanpa usaha, tapi justru bekerja lebih bermakna.
Karena yang sadar bahwa hidup ini sementara, tak akan membuang waktu untuk hal sia-sia.
Ia berjuang dengan hati ringan, memberi tanpa hitung, mencintai tanpa pamrih.
Sebab ia tahu dunia hanyalah perhentian sejenak, sedangkan rumah sejati ada di akhirat.