7. Pulang dengan Hati yang Tenang
Akhirnya, hidup di dunia adalah perjalanan singkat menuju pulang.
Pulang bukan sekadar menuju tanah, tapi menuju Tuhan.
Setiap langkah di dunia hanyalah persiapan untuk perjalanan yang lebih panjang.
Baca Juga: Rahasia Langit: Mengapa Hujan Selalu Datang Bersama Rezeki?
IFA.id menulis, banyak orang yang baru menyadari hakikat hidup saat kehilangan seseorang yang dicintai.
Tapi lebih baik bila kesadaran itu tumbuh sebelum kehilangan datang. Karena saat kita paham bahwa semua ini sementara, setiap detik terasa lebih berharga — bukan untuk dikejar, tapi untuk dimaknai.
Dunia memang berat, tapi tidak harus membuat hati ikut berat.
Semuanya sementara — baik kesedihan maupun kebahagiaan.
Yang abadi adalah bagaimana seseorang belajar mencintai Tuhannya di tengah badai dunia.
Maka saat dunia terasa sempit, ingatlah:
Dunia hanyalah perhentian singkat, bukan rumah untuk menetap.
Baca Juga: Tak Sekadar Cari Nafkah: Spirit Ibadah di Balik Setiap Pekerjaan