ibrah

Tantangan Budaya Patriarki dalam Islam: Membongkar Mitos dan Realitas

Jumat, 31 Oktober 2025 | 12:50 WIB
Seorang muslimah berdiri tegas di tengah perdebatan, menggenggam kitab yang memancarkan cahaya hikmah. (Foto/Ilustrasi)

Menggugat Tafsir Lama: Jalan Baru Menuju Keadilan

Sejumlah ulama dan cendekiawan Muslim modern kini mencoba membaca ulang teks-teks keagamaan dengan pendekatan yang lebih adil gender.

Misalnya, Fazlur Rahman dengan double movement theory-nya menekankan perlunya membaca konteks historis wahyu dan kemudian menerapkannya sesuai konteks zaman.

Sementara itu, Nasaruddin Umar, ulama Indonesia yang menulis Argumen Kesetaraan Gender dalam al-Qur’an, menunjukkan bahwa prinsip keadilan dan kesetaraan adalah fondasi utama Islam.

IFA.id mencatat bahwa gerakan pembaruan tafsir ini bukan upaya “liberalisasi agama”, tapi justru bentuk tajdid(pembaruan) untuk mengembalikan semangat awal Islam agama yang menegakkan keadilan bagi semua, tanpa memandang jenis kelamin.

Baca Juga: Adab Menuju Masjid di Hari Jumat: Langkah Kecil yang Bernilai Besar di Sisi Allah

Tantangan Modern: Antara Narasi Global dan Lokal

Di era digital, isu kesetaraan gender sering kali dibenturkan dengan nilai keislaman. Di satu sisi, ada gerakan feminisme global yang menyerukan kesetaraan total. Di sisi lain, sebagian masyarakat Muslim menolak dengan alasan menjaga moralitas.

Padahal, kesetaraan gender dalam Islam tidak berarti menghapus perbedaan biologis antara laki-laki dan perempuan, melainkan memastikan bahwa perbedaan itu tidak menjadi alasan untuk diskriminasi.

Seperti kata Prof. Quraish Shihab: “Perbedaan bukan untuk dibedakan, tetapi untuk saling melengkapi.”

Tantangan terbesar hari ini justru bukan perdebatan ideologis, melainkan bagaimana menerjemahkan nilai kesetaraan itu dalam kebijakan nyata: pendidikan setara, akses kerja yang adil, dan partisipasi perempuan dalam keputusan publik. Mengembalikan Ruh Keadilan Islam

Baca Juga: Belajar Tak Sekadar Cerdas: Ilmu yang Mendekatkan pada Sang Pencipta

Budaya patriarki bisa saja menutupi pesan luhur Islam, tapi tidak bisa menghapusnya.
Ketika ajaran Islam dibaca dengan hati terbuka dan konteks yang tepat, akan tampak jelas bahwa Islam adalah agama yang berpihak pada keadilan bagi laki-laki maupun perempuan.

Seperti sabda Rasulullah SAW, “Perempuan adalah saudara kandung laki-laki.”
(HR. Abu Dawud, Tirmidzi)

Kalimat sederhana itu seakan menegaskan bahwa kesetaraan bukan ide Barat, tapi nilai yang telah hidup dalam Islam sejak awal.

Halaman:

Tags

Terkini

Cara Terbaik Bersedekah untuk Anak Yatim Menurut Islam

Kamis, 27 November 2025 | 10:08 WIB

Rahasia Besar di Balik Sedekah untuk Anak Yatim

Kamis, 27 November 2025 | 10:02 WIB

Mengapa Sedekah kepada Anak Yatim Dilipatgandakan?

Kamis, 27 November 2025 | 09:51 WIB

Keajaiban Sedekah Anak Yatim dalam Islam

Kamis, 27 November 2025 | 09:45 WIB

Ujian atau Azab? Cara Islam Memandang Musibah

Rabu, 26 November 2025 | 12:19 WIB

Sikap Terbaik Saat Menolong Korban Musibah

Rabu, 26 November 2025 | 12:05 WIB

Mengapa Islam Melarang Menghina Musibah Orang Lain?

Rabu, 26 November 2025 | 11:58 WIB

Doa yang Dianjurkan Ketika Melihat Musibah

Rabu, 26 November 2025 | 11:49 WIB

Adab Muslim Saat Melihat Orang Kena Musibah

Rabu, 26 November 2025 | 11:44 WIB

Rahasia Hikmah di Balik Musibah Menurut Islam

Rabu, 26 November 2025 | 11:37 WIB

Mitos dan Fakta tentang Hijab yang Sering Disalahpahami

Selasa, 25 November 2025 | 11:25 WIB

Perjalanan Hijab dari Masa Nabi hingga Era Modern

Selasa, 25 November 2025 | 11:11 WIB

Mengapa Hijab Diwajibkan? Penjelasan Dalil dan Hikmahnya

Selasa, 25 November 2025 | 11:07 WIB