ibrah

Dari Ayat ke Praktik: Bagaimana Umat Muslim Menjalankan Prinsip Gender Setara

Jumat, 31 Oktober 2025 | 12:47 WIB
Seorang muslimah membacakan ayat Al-Qur’an yang bersinar di langit senja, dihadiri laki-laki dan perempuan yang berdialog setara — simbol harmoni dan semangat umat dalam menerapkan prinsip keadilan gender dalam Islam. (Foto/Ilustrasi)

 

IFA.id – Di sebuah madrasah kecil di Gowa, Sulawesi Selatan, seorang guru perempuan berdiri di depan kelas dengan suara lantang.

“Ilmu adalah hak semua manusia,” ujarnya. Murid-muridnya, laki-laki dan perempuan, menyimak tanpa sekat. Pemandangan ini seolah sederhana, tapi di baliknya ada pergeseran besar: kesadaran baru tentang kesetaraan dalam Islam yang semakin kuat berakar di masyarakat.

Selama berabad-abad, tafsir tentang peran gender dalam Islam sering kali dibatasi oleh budaya, bukan ajaran agama itu sendiri.

Kini, dengan meningkatnya literasi, akses informasi, dan gerakan sosial, umat Muslim mulai kembali pada sumber utama Al-Qur’an dan Hadis untuk memahami ulang makna keadilan dan keseimbangan antara laki-laki dan perempuan.

Baca Juga: Ketika Islam Membuka Ruang: Perempuan dan Kepemimpinan di Era Modern

Kesetaraan dalam Naskah Suci

Dalam surah Al-Hujurat ayat 13, Allah berfirman: “Wahai manusia! Sesungguhnya Kami menciptakan kamu dari seorang laki-laki dan seorang perempuan dan menjadikan kamu berbangsa-bangsa dan bersuku-suku supaya kamu saling mengenal.”

Ayat ini tidak sekadar bicara tentang asal-usul manusia, melainkan prinsip fundamental: setiap manusia setara dalam martabat.

Tidak ada superioritas berdasarkan jenis kelamin, warna kulit, atau status sosial. Kesetaraan di hadapan Allah adalah prinsip spiritual yang tak bisa dinegosiasikan.

Dalam Surah An-Nahl ayat 97 ditegaskan lagi: “Barang siapa mengerjakan amal saleh, baik laki-laki maupun perempuan dalam keadaan beriman, maka sesungguhnya Kami akan berikan kepadanya kehidupan yang baik.”

Baca Juga: Memahami Kesetaraan Gender dalam Islam: Antara Teks dan Konteks

Pesan ini jelas: pahala dan kesempatan hidup baik berlaku sama untuk laki-laki dan perempuan. Islam memandang keadilan bukan sebagai kesamaan mutlak, melainkan proporsionalitas memberikan hak sesuai kapasitas dan tanggung jawab.

Ketimpangan yang Datang dari Budaya, Bukan Agama

IFA.id mencatat, banyak ketimpangan yang dianggap “ajaran Islam” sebenarnya berakar dari interpretasi budaya patriarkal yang melekat di berbagai masyarakat Muslim.

Halaman:

Tags

Terkini

Cara Terbaik Bersedekah untuk Anak Yatim Menurut Islam

Kamis, 27 November 2025 | 10:08 WIB

Rahasia Besar di Balik Sedekah untuk Anak Yatim

Kamis, 27 November 2025 | 10:02 WIB

Mengapa Sedekah kepada Anak Yatim Dilipatgandakan?

Kamis, 27 November 2025 | 09:51 WIB

Keajaiban Sedekah Anak Yatim dalam Islam

Kamis, 27 November 2025 | 09:45 WIB

Ujian atau Azab? Cara Islam Memandang Musibah

Rabu, 26 November 2025 | 12:19 WIB

Sikap Terbaik Saat Menolong Korban Musibah

Rabu, 26 November 2025 | 12:05 WIB

Mengapa Islam Melarang Menghina Musibah Orang Lain?

Rabu, 26 November 2025 | 11:58 WIB

Doa yang Dianjurkan Ketika Melihat Musibah

Rabu, 26 November 2025 | 11:49 WIB

Adab Muslim Saat Melihat Orang Kena Musibah

Rabu, 26 November 2025 | 11:44 WIB

Rahasia Hikmah di Balik Musibah Menurut Islam

Rabu, 26 November 2025 | 11:37 WIB

Mitos dan Fakta tentang Hijab yang Sering Disalahpahami

Selasa, 25 November 2025 | 11:25 WIB

Perjalanan Hijab dari Masa Nabi hingga Era Modern

Selasa, 25 November 2025 | 11:11 WIB

Mengapa Hijab Diwajibkan? Penjelasan Dalil dan Hikmahnya

Selasa, 25 November 2025 | 11:07 WIB