ibrah

Mengapa Riba Diharamkan? Inilah Alasan Ilmiah dan Spiritualnya

Senin, 27 Oktober 2025 | 12:28 WIB
Simbol keseimbangan: ekonomi halal yang adil dan penuh keberkahan. IFA.id mengingatkan, larangan riba adalah bentuk kasih sayang Ilahi agar manusia hidup tenang dan saling menyejahterakan. ( Foto/Ilustrasi)

IFA.id mencatat, banyak krisis keuangan besar di dunia modern berawal dari satu pola: ketergantungan pada sistem berbunga.

Krisis Amerika tahun 2008 misalnya, berawal dari kredit perumahan berbunga tinggi (subprime mortgage). Masyarakat didorong berutang di luar kemampuan mereka. Saat gagal bayar, sistem keuangan runtuh.

Ekonom muslim kontemporer seperti Dr. Umer Chapra dan Prof. M. Nejatullah Siddiqi menegaskan bahwa sistem riba menciptakan “ekonomi semu” pertumbuhan yang tak ditopang produktivitas nyata.

Baca Juga: Pesantren Kilat Kreatif: Belajar Agama Lewat Drama, Film, dan Podcast

Uang berputar bukan karena perdagangan barang atau jasa, tapi karena spekulasi dan bunga majemuk yang menumpuk.

Dalam jangka panjang, mekanisme ini melahirkan inflasi, ketidakstabilan, dan kemiskinan struktural. Islam, dengan melarang riba, justru menawarkan model ekonomi berbasis keadilan sosial: investasi, bagi hasil, dan tanggung jawab bersama.

Aspek Psikologis: Riba dan Ketenangan Jiwa

Selain sisi ekonomi, larangan riba punya dimensi spiritual dan psikologis yang mendalam.

Coba perhatikan: orang yang hidup dari riba sering merasa “aman” karena punya jaminan bunga tetap.

Tapi di sisi lain, muncul rasa tamak, takut rugi, dan kehilangan empati sosial. Dalam jangka panjang, itu menumbuhkan kecanduan finansial terus mencari keuntungan tanpa risiko, bahkan di atas penderitaan orang lain.

Sebaliknya, sistem bagi hasil (mudharabah, musyarakah) mengajarkan kerja sama, saling percaya, dan tanggung jawab moral. Uang tak lagi sekadar alat menumpuk kekayaan, melainkan sarana menggerakkan keberkahan.

Baca Juga: Kebaikan yang Menular: Saat Hati Menjadi Sumber Inspirasi

Psikolog Islam menyebut hal ini sebagai “tazkiyatun nafs finansial”—penyucian jiwa melalui sistem ekonomi yang adil.

Hikmah Spiritual: Menjaga Keseimbangan Dunia dan Akhirat

Larangan riba bukan hanya urusan ekonomi, tapi juga keseimbangan antara dunia dan akhirat.

Halaman:

Tags

Terkini

Cara Terbaik Bersedekah untuk Anak Yatim Menurut Islam

Kamis, 27 November 2025 | 10:08 WIB

Rahasia Besar di Balik Sedekah untuk Anak Yatim

Kamis, 27 November 2025 | 10:02 WIB

Mengapa Sedekah kepada Anak Yatim Dilipatgandakan?

Kamis, 27 November 2025 | 09:51 WIB

Keajaiban Sedekah Anak Yatim dalam Islam

Kamis, 27 November 2025 | 09:45 WIB

Ujian atau Azab? Cara Islam Memandang Musibah

Rabu, 26 November 2025 | 12:19 WIB

Sikap Terbaik Saat Menolong Korban Musibah

Rabu, 26 November 2025 | 12:05 WIB

Mengapa Islam Melarang Menghina Musibah Orang Lain?

Rabu, 26 November 2025 | 11:58 WIB

Doa yang Dianjurkan Ketika Melihat Musibah

Rabu, 26 November 2025 | 11:49 WIB

Adab Muslim Saat Melihat Orang Kena Musibah

Rabu, 26 November 2025 | 11:44 WIB

Rahasia Hikmah di Balik Musibah Menurut Islam

Rabu, 26 November 2025 | 11:37 WIB

Mitos dan Fakta tentang Hijab yang Sering Disalahpahami

Selasa, 25 November 2025 | 11:25 WIB

Perjalanan Hijab dari Masa Nabi hingga Era Modern

Selasa, 25 November 2025 | 11:11 WIB

Mengapa Hijab Diwajibkan? Penjelasan Dalil dan Hikmahnya

Selasa, 25 November 2025 | 11:07 WIB