IFA.id - Pernah menyaksikan sekumpulan remaja yang biasanya sibuk dengan ponsel tiba-tiba jadi begitu kompak membersihkan masjid, menyiapkan buka bersama, atau mengatur lomba dakwah kecil-kecilan?
Itulah pemandangan khas pesantren kilat masa kini—di mana kolaborasi bukan sekadar teori, tapi hidup di antara tawa, doa, dan semangat kebersamaan.
IFA.id mencatat, dalam beberapa tahun terakhir, pesantren kilat telah bertransformasi menjadi wadah dinamis yang menanamkan nilai kolaboratif di tengah arus individualisme digital.
Bukan hanya hafalan ayat, tapi juga latihan empati, kepemimpinan, dan gotong royong lintas latar belakang.
Baca Juga: Pesantren Kilat dan Revolusi Karakter: Dari Gadget ke Gairah Iman
Dulu, pesantren kilat sering identik dengan kegiatan ceramah pasif: duduk, mendengar, mencatat. Tapi kini, banyak pesantren yang menata ulang konsepnya agar lebih partisipatif. Santri tak hanya mendengar, tapi juga berperan aktif dalam simulasi, diskusi, hingga proyek sosial mini.
Di Pondok Pesantren Darul Hikmah, misalnya, peserta pesantren kilat Ramadan 2024 diminta membentuk tim kecil membuat proyek “Masjid Ramah Anak.”
Mereka harus bekerja sama membuat ide, mencari dana kecil, dan mempresentasikan rencana ke ustaz pembimbing. Hasilnya? Tak hanya tuntas, tapi juga menular. Banyak masjid sekitar meniru konsep tersebut.
“Tujuannya bukan sekadar ajar teori ukhuwah, tapi benar-benar melatih gotong royong dalam aksi,” ujar Ustaz Rahmat, penggagas program itu, saat diwawancarai IFA.id.
Baca Juga: Mengapa Pesantren Kilat Selalu Dirindukan? Jawabannya di Sini
Zaman sekarang, banyak anak muda tumbuh dengan budaya serba personal akun pribadi, konten personal, pencapaian individual.
Pesantren kilat hadir untuk menyeimbangkan hal itu. Di sini, kolaborasi bukan paksaan, melainkan kesadaran spiritual bahwa kebaikan sering kali lahir dari kerja bersama.
IFA.id mencatat fenomena menarik: di pesantren kilat urban seperti yang digelar oleh komunitas Youth Dakwah Movement di Jakarta Selatan, para peserta tak hanya belajar tafsir, tapi juga berkolaborasi membuat konten dakwah digital.