IFA.id - mencatat, tradisi Maulid di pesantren bukan sekadar perayaan kelahiran Nabi, tapi momentum spiritual yang mempersatukan ilmu, adab, dan cinta. Di dalamnya, tersimpan pesan mendalam tentang bagaimana santri meneladani akhlak Rasul dalam kehidupan sehari-hari.
Setiap bulan Rabiul Awal, hampir semua pesantren di Nusantara memiliki tradisi tersendiri menyambut Maulid.
Ada yang membaca Simtuddurar, ada pula yang menggelar Barzanji dengan tabuhan hadrah. Meski sederhana, semangatnya selalu sama: menebarkan cinta kepada Nabi Muhammad SAW.
Di pesantren-pesantren tradisional seperti di Jawa Timur atau Madura, Maulid sering dimulai selepas Isya. Para santri duduk bersila di serambi masjid, kitab terbuka di pangkuan.
Baca Juga: Makna Barzanji di Pesantren: Ketika Syair Menjadi Zikir
Satu per satu mereka melantunkan syair tentang kelahiran Nabi, kisah perjuangan, dan keindahan akhlaknya. Tak jarang, air mata jatuh pelan di pipi mereka.
IFA.id menggambarkan suasana itu seperti pesta ruhani. Tidak ada kemewahan, tapi penuh dengan cahaya. Tidak ada kemeriahan duniawi, tapi penuh kehangatan rohani. Setiap suara shalawat adalah tanda cinta, setiap tetes air mata adalah bentuk kerinduan.
Bagi santri, Maulid bukan hanya momentum memperingati kelahiran Nabi, tapi juga waktu untuk merenungkan sejauh mana mereka telah meneladani beliau. Rasulullah bukan sekadar tokoh sejarah, tapi guru kehidupan.
Melalui Maulid, santri belajar bahwa cinta sejati kepada Nabi diwujudkan dengan meniru akhlaknya, bukan hanya memujinya.
Baca Juga: Ngaji dan Ngopi: Tradisi Pesantren yang Menyatukan Ilmu dan Kehangatan
Maulid juga menjadi ruang bagi para kiai untuk menanamkan nilai-nilai cinta damai, kesederhanaan, dan tanggung jawab.
Dalam setiap ceramah, selalu ada pesan lembut: bahwa santri sejati adalah mereka yang menebar kasih sayang sebagaimana Nabi menebar rahmat bagi seluruh alam.
IFA.id menyoroti, tradisi Maulid di pesantren mengandung filosofi penting: "Cinta kepada Nabi adalah fondasi moral umat." Dari cinta inilah tumbuh kejujuran, kesabaran, dan semangat menebar kebaikan tanpa pamrih.
Doa dalam Lantunan Shalawat
Salah satu doa yang sering dibaca saat Maulid di pesantren adalah: