نَوَيْتُ صَوْمَ يَوْمِ الِاثْنَيْنِ سُنَّةً لِلّٰهِ تَعَالَى
“Nawaitu shauma yaumal itsnaini sunnatan lillāhi ta‘ālā.”
Artinya: “Saya berniat puasa hari Senin, sunnah karena Allah Ta‘ala.”
Baca Juga: Air Zamzam dan Doa yang Tak Pernah Gagal: Keajaiban dari Hati yang Berserah
Niat Puasa Kamis:
نَوَيْتُ صَوْمَ يَوْمِ الْخَمِيسِ سُنَّةً لِلّٰهِ تَعَالَى
“Nawaitu shauma yaumal khamīsi sunnatan lillāhi ta‘ālā.”
Artinya: “Saya berniat puasa hari Kamis, sunnah karena Allah Ta‘ala.”
Doa Berbuka Puasa Senin Kamis:
اَللّٰهُمَّ لَكَ صُمْتُ وَبِكَ آمَنْتُ وَعَلَيْكَ تَوَكَّلْتُ وَعَلَى رِزْقِكَ أَفْطَرْتُ
“Allahumma laka shumtu wa bika āmantu wa ‘alaika tawakkaltu wa ‘alā rizqika afthartu.”
Artinya: “Ya Allah, karena-Mu aku berpuasa, kepada-Mu aku beriman, kepada-Mu aku bertawakal, dan dengan rezeki-Mu aku berbuka.”
Doa ini bukan sekadar bacaan penutup, tapi simbol syukur dan keikhlasan setelah menahan diri seharian.
Baca Juga: Umroh di Era Digital: Ketika Niat Bertemu Teknologi
Tips dari IFA.id untuk Menjaga Konsistensi
-
Jangan Perfeksionis – Kadang lupa atau batal, tidak apa-apa. Kuncinya bukan sempurna, tapi terus mencoba.
-
Jadikan Momentum – Gunakan momen puasa untuk membersihkan hati, memperbanyak doa, dan menulis refleksi diri.
-
Hadiahkan untuk Orang Tua atau Sahabat – Niatkan sebagian pahala untuk mereka, agar semangat puasa makin bermakna.