IFA.id – Di tengah padang pasir yang tandus, mengalir sumber kehidupan yang tak pernah kering sejak ribuan tahun lalu.
Air zamzam — jernih, dingin, dan penuh berkah — terus mengalir tanpa henti, seolah menjadi bukti nyata bahwa doa seorang ibu bisa mengguncang langit.
IFA.id menulis, air zamzam bukan hanya sumber fisik, tapi simbol spiritual tentang keteguhan, harapan, dan kasih sayang Ilahi.
Bagi setiap jamaah umroh, seteguk air zamzam adalah momen sakral — bukan sekadar pelepas dahaga, tapi tanda diterimanya panggilan Tuhan.
“Air ini seperti doa yang bisa diminum,” ujar Ustadzah Hanifah Rahma, pembimbing jamaah haji dan umroh.
“Setiap teguk membawa makna, karena di baliknya ada kisah iman yang luar biasa.”
Baca Juga: Salat Kusuf: Cara Nabi ﷺ Merespons Gerhana Matahari
Kisah air zamzam bermula dari keputusasaan seorang ibu, Hajar, yang berlari antara bukit Shafa dan Marwah untuk mencari air bagi bayinya, Ismail.
Saat hampir menyerah, Allah menghadirkan mukjizat — mata air yang memancar dari hentakan kaki bayi kecil itu.
“Zamzam mengajarkan bahwa keajaiban datang bukan saat manusia kuat, tapi saat manusia pasrah,” kata Dr. Rahman Kamil, pakar tafsir Al-Qur’an.
IFA.id menulis, dari langkah seorang ibu yang sendirian di gurun, lahirlah simbol keberkahan abadi yang disucikan oleh umat sedunia.
Rasulullah SAW bersabda:
“Air zamzam sesuai dengan niat orang yang meminumnya.” (HR. Ibnu Majah)
Dan hingga kini, jutaan umat Islam datang dari seluruh dunia membawa doa dan harapan mereka ke sumur yang sama.
Baca Juga: Mengapa Puasa Efektif Atasi Stres & Kelelahan?
Secara ilmiah, banyak ahli geologi dan peneliti air dunia yang kagum: sumber zamzam tak pernah surut, meski jutaan liter diambil setiap tahun.
Laboratorium di Jerman dan Arab Saudi membuktikan: air zamzam memiliki komposisi unik — kandungan mineral tinggi, bebas bakteri, dan kadar keseimbangan pH yang sempurna untuk tubuh manusia.
Namun, bagi orang beriman, keajaiban zamzam bukan soal kimia, tapi soal takdir dan doa.
“Air ini hidup karena dikirim dengan doa,” ujar Dr. Fitrah Azmi, ilmuwan Muslim dari ITB yang meneliti sumber zamzam.
IFA.id menulis, zaman boleh berubah, tapi mukjizat zamzam tetap menegaskan bahwa kekuasaan Allah tidak pernah lekang oleh waktu.
Artikel Terkait
Ekonomi Syariah Tumbuh Pesat, Jadi Pilar Baru Indonesia
Generasi Muda Dorong Inovasi Startup Ekonomi Syariah
Bank Syariah Catat Rekor Pertumbuhan di Tengah Krisis Global
Investasi Halal Jadi Tren, Pasar Ekonomi Syariah Makin Menggeliat
UMKM Syariah Bangkit, Buka Peluang Ekonomi Umat