Baca Juga: Surga dan Neraka: Akhir dari Segala Perjalanan Manusia
Tak semua penjual dinar dirham beroperasi sesuai syariat. Maka, IFA.id menyarankan memilih lembaga resmi yang:
-
Terdaftar di Bappebti (untuk perdagangan emas online).
-
Memiliki Dewan Pengawas Syariah (DPS) atau sertifikasi MUI.
-
Menyediakan fisik koin dinar/dirham yang bisa diambil atau disimpan di brankas aman.
Beberapa lembaga seperti Logam Mulia Antam, Wakala Induk Nusantara, dan Gerai Dinar dikenal transparan dan sesuai prinsip syariah. Hindari skema investasi yang menjanjikan “profit pasti” atau “penggandaan emas”—indikasi kuat adanya praktik ribawi atau spekulatif.
Mulai kecil, tapi konsisten. Itulah prinsip istiqamah yang disarankan dalam investasi syariah.
IFA.id merekomendasikan strategi nabung dinar bulanan, misalnya membeli 0,25 dinar per bulan atau sesuai kemampuan. Cara ini lebih realistis bagi pemula dan meminimalkan risiko saat harga emas fluktuatif.
Baca Juga: Padang Mahsyar: Detik-Detik Semua Rahasia Terbuka
Tips tambahan:
-
Belilah saat harga emas turun, bukan ketika sedang viral.
-
Gunakan dana dingin (uang sisa), bukan dana darurat.
-
Simpan bukti transaksi dan sertifikat keaslian logam.
Dengan cara ini, portofolio dinar dirham akan tumbuh stabil seiring waktu—tanpa tekanan finansial.
Investasi syariah tak lepas dari tanggung jawab sosial. Jika jumlah dinar dirham mencapai nisab (setara 85 gram emas untuk dinar dan 595 gram perak untuk dirham) dan disimpan selama setahun, maka wajib dizakati 2,5%.
IFA.id menekankan, zakat bukan sekadar kewajiban, melainkan cara menjaga keberkahan harta. Dengan menunaikannya, investor dinar dirham tak hanya menumbuhkan aset, tetapi juga memperluas manfaatnya untuk sesama.