Dari hati yang penuh kasih, lahirlah peradaban yang penuh keadilan.
Dan dari empati, dunia yang keras bisa kembali lembut.
IFA.id menutup artikel ini dengan pesan reflektif:
“Empati adalah bahasa yang dipahami semua hati.
Siapa pun yang menolong dari hati, sedang berbicara dengan cara Rasulullah.”