Secara ilmiah, meteor adalah batuan luar angkasa yang terbakar saat masuk ke atmosfer bumi. Tapi Islam mengajarkan bahwa sains tidak menafikan makna spiritual. Apa yang terjadi di langit adalah tanda-tanda (ayat) kekuasaan Allah.
Sebagaimana firman-Nya dalam Surah Fussilat ayat 37: “Dan di antara tanda-tanda-Nya ialah malam dan siang, matahari dan bulan. Janganlah bersujud kepada matahari dan jangan pula kepada bulan, tetapi bersujudlah kepada Allah yang menciptakannya...”
IFA.id mencatat, ayat ini menjadi peringatan bahwa setiap fenomena langit — termasuk meteor — seharusnya tidak membuat manusia terpukau tanpa makna, melainkan sadar akan kebesaran Sang Pencipta.
Rasulullah ﷺ pernah menjelaskan hubungan antara meteor dan penjagaan wahyu dalam hadis sahih riwayat Bukhari dan Muslim:
Baca Juga: Doa-Doa Mustajab Setelah Tahajud: Mengetuk Pintu Langit
“Ketika Allah telah memutuskan urusan di langit, para malaikat memukulkan sayapnya karena tunduk atas firman-Nya, seperti rantai besi yang membentur batu... Maka mereka saling bertanya: ‘Apa yang difirmankan Tuhanmu?’
Mereka menjawab: ‘Kebenaran.’ Maka orang-orang pencuri berita dari jin mendengarnya, lalu mereka dilempari dengan syihab (meteor).”
Hadis ini menjelaskan bahwa meteor adalah salah satu bentuk penjagaan langit dari gangguan jin yang mencoba mencuri kabar rahasia dari malaikat.
Dengan kata lain, meteor bukan sekadar benda langit yang jatuh, tapi “perisai spiritual” yang melindungi wahyu dari campur tangan makhluk halus.
Baca Juga: Tahajud dan Kesuksesan: Rahasia Orang-Orang Hebat
Bagi sebagian orang, meteor dianggap pertanda buruk, bencana, atau alamat kejadian tertentu. Namun, Islam menolak keyakinan semacam itu. Rasulullah ﷺ bersabda:
“Sesungguhnya matahari dan bulan tidak gerhana karena kematian atau kehidupan seseorang. Tetapi keduanya adalah tanda-tanda kekuasaan Allah.”
(HR. Bukhari dan Muslim)
Maka, meteor pun sepatutnya dipandang serupa — bukan pertanda celaka, melainkan ayat Allah untuk direnungkan.
IFA.id menegaskan bahwa setiap peristiwa langit mengajarkan satu hal: bahwa manusia kecil, dan Allah Maha Besar. Meteor adalah teguran lembut agar manusia berhenti sejenak, menatap langit, dan mengingat siapa yang mengatur segalanya.
Baca Juga: Waktu Terbaik Tahajud dan Rahasianya dalam Al-Qur’an
Doa Ketika Melihat Fenomena Langit
Ulama menyarankan untuk memperbanyak dzikir dan doa ketika melihat kejadian langit seperti meteor, petir, atau gerhana. Berikut salah satu doa yang bisa dibaca: