IFA.id – Pernah ada ungkapan lama, “Hati-hati dengan doa seorang ibu, sebab ia tembus tanpa penghalang.” Ungkapan ini terasa nyata dalam kisah seorang ibu di Jawa Tengah. Setiap selesai salat, ia tak pernah lupa menyebut nama anaknya dalam doa.
Hari itu, doa yang ia panjatkan ternyata menjadi benteng tak terlihat yang menyelamatkan sang anak dari kecelakaan maut.
Di sebuah desa kecil, Ani (nama samaran), seorang ibu rumah tangga, menjalani rutinitasnya seperti biasa. Seusai menunaikan salat Subuh, ia duduk sejenak di sajadah, bibirnya bergetar lirih:
"Ya Allah, lindungilah anakku hari ini, jauhkan ia dari bahaya, dekatkan ia dengan kebaikan.”
Baca Juga: Doa Setelah Sholat untuk Orang Tua: Panduan Lengkap
Doa itu sederhana, pendek, dan diulang hampir setiap hari. Ani percaya, walau ia tak bisa menjaga anaknya 24 jam, Allah selalu mampu menjaganya.
Siang harinya, anaknya, Rafi, pulang dari sekolah dengan sepeda motor. Jalan desa yang ramai mendadak gaduh—sebuah truk besar kehilangan kendali. Rafi yang berada di jalur depan terjebak, tak ada ruang untuk menghindar.
Saksi mata mengatakan, “Semua orang menjerit, kami pikir anak itu pasti tertabrak.”
Namun, entah bagaimana, motor Rafi justru terseret ke pinggir jalan tepat sebelum truk melintas. Ia hanya mengalami luka ringan di tangan. Truk itu berhenti puluhan meter kemudian.
Baca Juga: Doa Setelah Sholat untuk Orang Tua: Panduan Lengkap
Saat warga membawa Rafi pulang, Ani langsung memeluknya sambil menangis. Ia teringat doa Subuhnya pagi itu. Dalam hati, ia yakin bahwa yang melindungi anaknya bukan kebetulan, melainkan jawaban dari doa-doa tulusnya.
Kisah itu menyebar cepat di desa. Banyak tetangga berkata, “Itu berkat doa seorang ibu, doa yang tak tertolak.”
IFA.id mencatat, dalam Islam, doa orang tua untuk anaknya adalah doa yang mustajab. Rasulullah ﷺ bersabda:
“Tiga doa yang mustajab dan tidak diragukan lagi: doa orang tua, doa orang yang terzalimi, dan doa musafir.” (HR. Abu Dawud)