IFA.id - Hati manusia adalah tempat bersemayamnya rasa tenang, bahagia, maupun gelisah. Ketika hati terasa sempit, seluruh aspek kehidupan pun ikut terganggu.
Islam mengajarkan banyak jalan untuk meraih kelapangan hati, salah satunya melalui doa. Doa yang dipanjatkan setelah sholat menjadi rahasia batiniah yang mampu melapangkan dada, sebab pada saat itu seorang hamba sedang berada dalam kondisi paling dekat dengan Allah.
Sholat menjadi gerbang penghambaan, dan doa setelahnya menjadi penyempurna ikatan spiritual antara hamba dan Rabbnya.
Rahasia kelapangan hati dalam doa setelah sholat terletak pada kepasrahan total seorang hamba. Dengan doa, ia menyerahkan seluruh beban hidup kepada Allah, meyakini bahwa setiap masalah adalah bagian dari rencana Ilahi.
Baca Juga: Doa Setelah Sholat agar Dimudahkan Menerima Ujian Hidup
Rasulullah SAW sendiri sering mengajarkan doa-doa yang menguatkan hati agar tidak sempit dalam menghadapi ujian. Di antara doa yang penuh makna untuk kelapangan hati adalah doa Nabi Musa AS yang terdapat dalam Al-Qur’an surah Thaha ayat 25–28.
???? Doa Arab
رَبِّ اشْرَحْ لِي صَدْرِيۙ ﴿٢٥﴾ وَيَسِّرْ لِيٓ أَمْرِيۙ ﴿٢٦﴾ وَاحْلُلْ عُقْدَةً مِّنْ لِّسَانِيۙ ﴿٢٧﴾ يَفْقَهُوا قَوْلِي ﴿٢٨﴾
Latin: Rabbi ishrah lii shadrii, wa yassir lii amrii, wahlul ‘uqdatan min lisaanii, yafqahuu qawlii.
Artinya: “Ya Tuhanku, lapangkanlah dadaku, mudahkanlah urusanku, dan lepaskanlah kekakuan dari lidahku, agar mereka mengerti perkataanku.”
Baca Juga: Doa Pendek Setelah Sholat agar Jiwa Selalu Damai
Doa Nabi Musa AS ini menjadi simbol permohonan kelapangan hati dan kemudahan dalam menjalani kehidupan.
Meskipun doa tersebut dipanjatkan dalam konteks menghadapi tugas berat berdakwah kepada Fir’aun, maknanya sangat relevan untuk setiap Muslim yang merasa dadanya sempit karena masalah dunia.