Kamis, 4 Juni 2026

Rahasia Kelapangan Hati dalam Doa Setelah Sholat

- Senin, 22 September 2025 | 13:07 WIB
Dalam doa setelah sholat tersimpan rahasia kelapangan hati, menjadikan jiwa lebih sabar dan tenang menghadapi hidup. (Foto/Ilustrasi)
Dalam doa setelah sholat tersimpan rahasia kelapangan hati, menjadikan jiwa lebih sabar dan tenang menghadapi hidup. (Foto/Ilustrasi)

IFA.id - Hati manusia adalah tempat bersemayamnya rasa tenang, bahagia, maupun gelisah. Ketika hati terasa sempit, seluruh aspek kehidupan pun ikut terganggu.

Islam mengajarkan banyak jalan untuk meraih kelapangan hati, salah satunya melalui doa. Doa yang dipanjatkan setelah sholat menjadi rahasia batiniah yang mampu melapangkan dada, sebab pada saat itu seorang hamba sedang berada dalam kondisi paling dekat dengan Allah.

Sholat menjadi gerbang penghambaan, dan doa setelahnya menjadi penyempurna ikatan spiritual antara hamba dan Rabbnya.

Rahasia kelapangan hati dalam doa setelah sholat terletak pada kepasrahan total seorang hamba. Dengan doa, ia menyerahkan seluruh beban hidup kepada Allah, meyakini bahwa setiap masalah adalah bagian dari rencana Ilahi.

Baca Juga: Doa Setelah Sholat agar Dimudahkan Menerima Ujian Hidup

Rasulullah SAW sendiri sering mengajarkan doa-doa yang menguatkan hati agar tidak sempit dalam menghadapi ujian. Di antara doa yang penuh makna untuk kelapangan hati adalah doa Nabi Musa AS yang terdapat dalam Al-Qur’an surah Thaha ayat 25–28.

???? Doa Arab

 

رَبِّ اشْرَحْ لِي صَدْرِيۙ ﴿٢٥﴾ وَيَسِّرْ لِيٓ أَمْرِيۙ ﴿٢٦﴾ وَاحْلُلْ عُقْدَةً مِّنْ لِّسَانِيۙ ﴿٢٧﴾ يَفْقَهُوا قَوْلِي ﴿٢٨﴾

Latin: Rabbi ishrah lii shadrii, wa yassir lii amrii, wahlul ‘uqdatan min lisaanii, yafqahuu qawlii.
Artinya: “Ya Tuhanku, lapangkanlah dadaku, mudahkanlah urusanku, dan lepaskanlah kekakuan dari lidahku, agar mereka mengerti perkataanku.”

Baca Juga: Doa Pendek Setelah Sholat agar Jiwa Selalu Damai

Doa Nabi Musa AS ini menjadi simbol permohonan kelapangan hati dan kemudahan dalam menjalani kehidupan.

Meskipun doa tersebut dipanjatkan dalam konteks menghadapi tugas berat berdakwah kepada Fir’aun, maknanya sangat relevan untuk setiap Muslim yang merasa dadanya sempit karena masalah dunia.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Cara Terbaik Bersedekah untuk Anak Yatim Menurut Islam

Kamis, 27 November 2025 | 10:08 WIB

Rahasia Besar di Balik Sedekah untuk Anak Yatim

Kamis, 27 November 2025 | 10:02 WIB

Mengapa Sedekah kepada Anak Yatim Dilipatgandakan?

Kamis, 27 November 2025 | 09:51 WIB

Keajaiban Sedekah Anak Yatim dalam Islam

Kamis, 27 November 2025 | 09:45 WIB

Ujian atau Azab? Cara Islam Memandang Musibah

Rabu, 26 November 2025 | 12:19 WIB

Sikap Terbaik Saat Menolong Korban Musibah

Rabu, 26 November 2025 | 12:05 WIB

Mengapa Islam Melarang Menghina Musibah Orang Lain?

Rabu, 26 November 2025 | 11:58 WIB

Doa yang Dianjurkan Ketika Melihat Musibah

Rabu, 26 November 2025 | 11:49 WIB

Adab Muslim Saat Melihat Orang Kena Musibah

Rabu, 26 November 2025 | 11:44 WIB

Rahasia Hikmah di Balik Musibah Menurut Islam

Rabu, 26 November 2025 | 11:37 WIB

Mitos dan Fakta tentang Hijab yang Sering Disalahpahami

Selasa, 25 November 2025 | 11:25 WIB

Perjalanan Hijab dari Masa Nabi hingga Era Modern

Selasa, 25 November 2025 | 11:11 WIB

Mengapa Hijab Diwajibkan? Penjelasan Dalil dan Hikmahnya

Selasa, 25 November 2025 | 11:07 WIB

Terpopuler

X