ibrah

Fenomena Tato di Kalangan Anak Muda Muslim: Antara Seni dan Syariat

Kamis, 18 September 2025 | 15:05 WIB
Fenomena tato di kalangan anak muda Muslim: antara ekspresi seni dan pertimbangan syariat. (Foto/Ilustrasi)

 

IFA.id – Beberapa tahun terakhir, tato bukan lagi sekadar simbol pemberontakan atau identitas subkultur tertentu.

Di kalangan anak muda muslim, tato kini hadir dalam bentuk yang lebih beragam: ada yang menganggapnya sebagai ekspresi seni tubuh, ada pula yang melihatnya sebagai gaya hidup modern.

Fenomena ini menimbulkan perdebatan menarik, karena di satu sisi tato memiliki nilai estetika dan identitas, sementara di sisi lain syariat Islam menegaskan larangan tertentu terkait modifikasi tubuh permanen.

Bagi sebagian anak muda muslim, tato dianggap sebagai medium ekspresi diri. Ada yang menggambarkan kisah hidup, kutipan motivasi, hingga simbol-simbol islami seperti kaligrafi Arab.

Baca Juga: Tato Temporer dalam Islam: Alternatif Aman atau Tetap Dilarang?

Hal ini menunjukkan bagaimana seni tubuh bisa bertransformasi menjadi sarana komunikasi personal. Namun, pertanyaan besar pun muncul: apakah seni tubuh tersebut tetap sah dipandang dari sudut pandang syariat, atau justru bertentangan dengan ajaran agama?

Dari perspektif syariat Islam, mayoritas ulama sepakat bahwa membuat tato permanen hukumnya haram karena termasuk mengubah ciptaan Allah. Hadis riwayat Bukhari dan Muslim menyebutkan larangan Nabi terhadap perbuatan tersebut.

Namun, sebagian ulama kontemporer masih memberi ruang diskusi, terutama terkait tato non-permanen (seperti henna atau temporary tattoo) yang dianggap tidak bertentangan dengan syariat.

Perbedaan pandangan inilah yang sering membuat generasi muda berada di persimpangan antara tren budaya dan tuntunan agama.

Baca Juga: Tato dalam Islam, sekadar seni atau pelanggaran syariat?

Fenomena ini juga tidak bisa dilepaskan dari pengaruh media sosial. Platform seperti Instagram dan TikTok memperlihatkan banyak figur publik muslim bertato, baik dari kalangan artis, musisi, maupun influencer.

Representasi ini menormalisasi tato di mata anak muda, seolah menjadi bagian dari gaya hidup modern. Namun, justru di sinilah tarik-menarik antara modernitas dan religiusitas semakin terasa. Apakah identitas muslim yang taat bisa berjalan berdampingan dengan tato permanen?

Menariknya, sebagian anak muda muslim berusaha mencari jalan tengah. Alih-alih memilih tato permanen, mereka lebih memilih henna artistik atau temporary tattoo yang bisa dihapus.

Ada juga yang memilih mengekspresikan seni tubuh lewat fashion, aksesori, hingga seni digital. Langkah ini dianggap lebih aman, karena tetap bisa merasakan kebebasan berekspresi tanpa meninggalkan batas syariat.

Halaman:

Tags

Terkini

Cara Terbaik Bersedekah untuk Anak Yatim Menurut Islam

Kamis, 27 November 2025 | 10:08 WIB

Rahasia Besar di Balik Sedekah untuk Anak Yatim

Kamis, 27 November 2025 | 10:02 WIB

Mengapa Sedekah kepada Anak Yatim Dilipatgandakan?

Kamis, 27 November 2025 | 09:51 WIB

Keajaiban Sedekah Anak Yatim dalam Islam

Kamis, 27 November 2025 | 09:45 WIB

Ujian atau Azab? Cara Islam Memandang Musibah

Rabu, 26 November 2025 | 12:19 WIB

Sikap Terbaik Saat Menolong Korban Musibah

Rabu, 26 November 2025 | 12:05 WIB

Mengapa Islam Melarang Menghina Musibah Orang Lain?

Rabu, 26 November 2025 | 11:58 WIB

Doa yang Dianjurkan Ketika Melihat Musibah

Rabu, 26 November 2025 | 11:49 WIB

Adab Muslim Saat Melihat Orang Kena Musibah

Rabu, 26 November 2025 | 11:44 WIB

Rahasia Hikmah di Balik Musibah Menurut Islam

Rabu, 26 November 2025 | 11:37 WIB

Mitos dan Fakta tentang Hijab yang Sering Disalahpahami

Selasa, 25 November 2025 | 11:25 WIB

Perjalanan Hijab dari Masa Nabi hingga Era Modern

Selasa, 25 November 2025 | 11:11 WIB

Mengapa Hijab Diwajibkan? Penjelasan Dalil dan Hikmahnya

Selasa, 25 November 2025 | 11:07 WIB