ibrah

Kisah Mualaf Bertato: Haruskah Menghapusnya?

Kamis, 18 September 2025 | 14:59 WIB
Dari tinta menuju cahaya, setiap hati punya jalan pulang. (Foto/Ilustrasi)

 

IFA.id pernah mendengar sebuah kisah menyentuh tentang seorang pemuda bertato yang baru saja mengucap dua kalimat syahadat.

Ia masuk Islam dengan penuh ketulusan, namun di balik kebahagiaannya, ada kegelisahan yang terus mengganggu: apakah tato yang memenuhi lengannya harus dihapus agar ia diterima sepenuhnya sebagai seorang muslim?

Pertanyaan ini bukan sekadar teknis, melainkan juga pergulatan batin yang dialami banyak mualaf.

Dalam ajaran Islam, tato memang sering dikaitkan dengan larangan. Beberapa hadis menyebutkan bahwa Rasulullah melarang perbuatan mencacah tubuh atau mengubah ciptaan Allah.

Baca Juga: Tato Temporer dalam Islam: Alternatif Aman atau Tetap Dilarang?

Dari sinilah muncul pandangan bahwa tato sebaiknya tidak dilakukan. Namun, bagaimana dengan orang yang sudah telanjur memilikinya sebelum memeluk Islam?

IFA.id mencatat bahwa mayoritas ulama menekankan satu hal: Islam datang untuk membersihkan hati lebih dulu, bukan kulit.

Banyak mualaf merasa takut ditolak komunitas muslim hanya karena penampilannya. Padahal, Islam selalu mengajarkan bahwa pintu taubat terbuka lebar, dan setiap orang yang masuk Islam ibarat terlahir kembali.

Dalam konteks ini, tato tidak menghalangi diterimanya keislaman seseorang. Yang lebih utama adalah akidah, ibadah, dan akhlak. Bahkan, ada kisah nyata di mana seorang mualaf bertato penuh justru menjadi dai inspiratif yang mengajak banyak orang mendekat kepada Allah.

Baca Juga: Tato dalam Islam, sekadar seni atau pelanggaran syariat?

Meski begitu, ada juga yang memilih menghapus tatonya. Alasannya beragam: ingin merasa lebih bersih, lebih percaya diri saat beribadah, atau ingin menghindari pandangan miring masyarakat.

Proses penghapusan tato tentu tidak mudah, bisa memakan biaya mahal dan menimbulkan rasa sakit. Namun bagi sebagian orang, itu menjadi bentuk perjalanan spiritual: meninggalkan masa lalu dan melangkah ke hidup baru.

IFA.id menyoroti bahwa keputusan menghapus atau tidak menghapus tato sebaiknya dilihat sebagai pilihan personal, bukan kewajiban.

Ulama kontemporer banyak menekankan bahwa tidak ada dosa yang terus melekat dari tato jika dibuat sebelum masuk Islam. Bahkan, seseorang yang bertato tetap bisa menjadi hamba Allah yang taat, selama ia menjaga hati dan amal perbuatannya.

Halaman:

Tags

Terkini

Cara Terbaik Bersedekah untuk Anak Yatim Menurut Islam

Kamis, 27 November 2025 | 10:08 WIB

Rahasia Besar di Balik Sedekah untuk Anak Yatim

Kamis, 27 November 2025 | 10:02 WIB

Mengapa Sedekah kepada Anak Yatim Dilipatgandakan?

Kamis, 27 November 2025 | 09:51 WIB

Keajaiban Sedekah Anak Yatim dalam Islam

Kamis, 27 November 2025 | 09:45 WIB

Ujian atau Azab? Cara Islam Memandang Musibah

Rabu, 26 November 2025 | 12:19 WIB

Sikap Terbaik Saat Menolong Korban Musibah

Rabu, 26 November 2025 | 12:05 WIB

Mengapa Islam Melarang Menghina Musibah Orang Lain?

Rabu, 26 November 2025 | 11:58 WIB

Doa yang Dianjurkan Ketika Melihat Musibah

Rabu, 26 November 2025 | 11:49 WIB

Adab Muslim Saat Melihat Orang Kena Musibah

Rabu, 26 November 2025 | 11:44 WIB

Rahasia Hikmah di Balik Musibah Menurut Islam

Rabu, 26 November 2025 | 11:37 WIB

Mitos dan Fakta tentang Hijab yang Sering Disalahpahami

Selasa, 25 November 2025 | 11:25 WIB

Perjalanan Hijab dari Masa Nabi hingga Era Modern

Selasa, 25 November 2025 | 11:11 WIB

Mengapa Hijab Diwajibkan? Penjelasan Dalil dan Hikmahnya

Selasa, 25 November 2025 | 11:07 WIB