Rasulullah SAW bersabda:
“Seandainya kalian bertawakal kepada Allah dengan sebenar-benarnya tawakal, niscaya kalian akan diberi rezeki sebagaimana burung diberi rezeki. Ia pergi pagi hari dalam keadaan lapar, dan kembali sore hari dalam keadaan kenyang.” (HR. Tirmidzi)
Hadis ini menunjukkan bahwa tawakal adalah bentuk tertinggi dari kepercayaan, yang akan berbuah pada ketenangan dan keberkahan hidup.
Tawakal bukan berarti menyerah, melainkan percaya sepenuhnya pada kehendak Allah setelah berusaha.
Dengan tawakal, hati menjadi lebih lapang, pikiran lebih jernih, dan langkah terasa lebih ringan. Inilah rahasia sejati menghadapi takdir, bukan dengan keluh kesah, tapi dengan keyakinan dan keikhlasan yang tumbuh dari iman.