IFA.id -- Overthinking atau berpikir berlebihan sering kali membuat hati gelisah dan sulit merasa tenang.
Pikiran yang terus-menerus mengkhawatirkan sesuatu yang belum terjadi bisa mengganggu kesehatan mental dan spiritual.
Dalam Islam, ketenangan hati adalah sesuatu yang sangat dijaga, dan ada banyak ajaran yang membantu kita mengatasi overthinking.
Baca Juga: Al-Qur’an Mengajarkan Mengapa Hidup Penuh Tantangan dan Bagaimana Menghadapinya
1. Menyadari Bahwa Semua Sudah dalam Ketetapan Allah
Salah satu penyebab utama overthinking adalah rasa takut terhadap masa depan atau menyesali masa lalu. Islam mengajarkan kita untuk beriman kepada takdir Allah.
"Katakanlah: ‘Tidak akan menimpa kami melainkan apa yang telah ditetapkan Allah bagi kami. Dialah Pelindung kami, dan hanya kepada Allah hendaknya orang-orang beriman bertawakal.’"
(QS. At-Taubah: 51)
Dengan memahami bahwa segala sesuatu telah ditentukan oleh Allah, kita bisa lebih tenang dan tidak terbebani oleh pikiran yang berlebihan.
2. Perbanyak Dzikir dan Doa
Dzikir adalah cara paling ampuh untuk menenangkan hati yang gelisah. Allah berfirman:
"Ingatlah, hanya dengan mengingat Allah hati menjadi tenang."
(QS. Ar-Ra’d: 28)
Beberapa dzikir yang bisa diamalkan untuk mengurangi overthinking:
-
Hasbunallahu wa ni’mal wakil (Cukuplah Allah sebagai penolong kami)
-
La hawla wa la quwwata illa billah (Tidak ada daya dan kekuatan kecuali dengan pertolongan Allah)
-
Membaca surat Al-Fatihah, Al-Ikhlas, Al-Falaq, dan An-Nas sebelum tidur
Dengan membiasakan dzikir, hati akan lebih damai dan pikiran menjadi lebih jernih.
3. Fokus pada Usaha, Bukan Hanya Pikiran
Islam mengajarkan keseimbangan antara ikhtiar (usaha) dan tawakal (berserah diri). Overthinking sering terjadi karena seseorang terlalu fokus pada hasil yang belum terjadi.