3. Melakukan Ikhtiar dan Menyerahkan Hasil kepada Allah
Tawakal bukan berarti diam dan hanya pasrah. Islam mengajarkan kita untuk berusaha terlebih dahulu sebelum menyerahkan hasilnya kepada Allah. Rasulullah ﷺ bersabda:
"Ikatlah unta itu, kemudian bertawakallah kepada Allah." (HR. Tirmidzi)
Artinya, kita harus melakukan usaha terbaik sebelum menyerahkan hasilnya kepada Allah. Jika kita takut gagal dalam pekerjaan, maka kita harus bekerja keras dulu.
Jika kita takut menghadapi ujian, maka kita harus belajar dengan sungguh-sungguh. Setelah berusaha, barulah kita serahkan semuanya kepada Allah.
4. Menghadapi Rasa Takut dengan Doa dan Dzikir
Dzikir dan doa adalah senjata terbaik untuk mengatasi rasa takut. Dengan banyak mengingat Allah, hati akan menjadi lebih tenang.
Allah berfirman:
"Ingatlah, hanya dengan mengingat Allah hati menjadi tenteram." (QS. Ar-Ra’d: 28)
Beberapa dzikir yang bisa diamalkan untuk menghilangkan rasa takut antara lain:
-
Hasbunallahu wa ni’mal wakil (Cukuplah Allah sebagai penolong kami).
-
La ilaha illa Anta, subhanaka, inni kuntu minadz-zalimin (Doa Nabi Yunus yang menyelamatkannya dari kesulitan).
-
A’udzu billahi minasy-syaithanir rajim (Memohon perlindungan dari godaan setan).
Dzikir ini bisa membantu menenangkan hati dan menghilangkan kecemasan.
Baca Juga: Keutamaan Rendah Hati dalam Islam yang Membawa Berkah Hidup
5. Menjadikan Shalat sebagai Sumber Ketenangan
Shalat adalah cara terbaik untuk menghadapi segala bentuk ketakutan. Saat kita merasa cemas atau takut, shalat dapat memberikan ketenangan hati. Rasulullah SAW bersabda:
"Jika Rasulullah menghadapi masalah, beliau segera mendirikan shalat." (HR. Abu Dawud)