"Aku hanyalah seorang hamba, maka aku makan sebagaimana seorang hamba makan dan aku duduk sebagaimana seorang hamba duduk." (HR. Abu Dawud)
Meneladani sikap tawadhu Rasulullah akan membantu kita untuk tidak terjebak dalam sifat sombong.
Baca Juga: Mengapa Keimanan Bisa Naik Turun? Begini Cara Menjaganya
4. Menghindari Sikap Meremehkan Orang Lain
Sikap rendah hati juga berarti tidak meremehkan atau merendahkan orang lain. Rasulullah SAW bersabda:
"Cukuplah seseorang dikatakan buruk jika ia meremehkan saudaranya sesama Muslim." (HR. Muslim)
Setiap manusia memiliki kelebihan dan kekurangan masing-masing. Oleh karena itu, kita harus selalu menghormati dan menghargai orang lain tanpa memandang status atau latar belakang mereka.
5. Bersikap Lemah Lembut dalam Perkataan dan Perbuatan
Rendah hati juga tercermin dalam cara kita berbicara dan berperilaku. Allah berfirman dalam Al-Qur’an:
"Dan rendahkanlah dirimu terhadap orang-orang yang beriman." (QS. Al-Hijr: 88)
Orang yang tawadhu akan berbicara dengan sopan, tidak meninggikan suara, dan tidak merasa lebih benar daripada orang lain.
6. Menyadari Bahwa Dunia Ini Sementara
Salah satu cara agar tetap rendah hati adalah dengan menyadari bahwa dunia ini hanya sementara. Harta, jabatan, dan kedudukan tidak akan bertahan selamanya. Allah berfirman:
"Dan kehidupan dunia ini tidak lain hanyalah kesenangan yang menipu." (QS. Al-Hadid: 20)
Ketika seseorang memahami bahwa kehidupan ini hanya sementara, ia akan lebih fokus pada akhirat dan tidak terjebak dalam kebanggaan duniawi.
7. Membiasakan Diri untuk Bersyukur dan Berterima Kasih
Orang yang rendah hati selalu menyadari bahwa setiap nikmat adalah pemberian Allah. Oleh karena itu, mereka senantiasa bersyukur dan tidak lupa berterima kasih kepada orang lain atas kebaikan yang diterima.
Rasulullah SAW bersabda:
"Barang siapa yang tidak berterima kasih kepada manusia, maka ia tidak bersyukur kepada Allah." (HR. Ahmad)