IFA.id -- Setiap orang menginginkan kesuksesan dalam hidupnya. Baik dalam pekerjaan, bisnis, pendidikan, maupun aspek kehidupan lainnya.
Namun, dalam Islam, sukses bukan hanya soal kerja keras, tetapi juga tentang bagaimana kita menyeimbangkan usaha dengan doa dan tawakal.
Allah telah memberikan petunjuk bahwa setiap usaha harus diiringi dengan doa dan diakhiri dengan tawakal. Lalu, bagaimana cara menerapkan prinsip ini dalam kehidupan sehari-hari?
Baca Juga: Mengapa Islam Mengajarkan Kita untuk Selalu Berhati-hati dalam Berbicara?
1. Doa: Memohon kepada Allah sebagai Sumber Segala Kebaikan
Doa adalah senjata utama seorang Muslim. Tidak ada yang lebih berkuasa daripada Allah, sehingga setiap keberhasilan harus diawali dengan permohonan kepada-Nya.
Allah berfirman:
"Berdoalah kepada-Ku, niscaya akan Aku perkenankan bagimu." (QS. Ghafir: 60)
Doa menunjukkan ketergantungan kita kepada Allah. Sebanyak apa pun usaha yang kita lakukan, jika tanpa doa, kita hanya mengandalkan kekuatan diri sendiri.
Rasulullah SAW pun mengajarkan kita untuk senantiasa berdoa dalam segala urusan, baik kecil maupun besar.
Beberapa adab dalam berdoa agar lebih dikabulkan oleh Allah:
-
Berdoa dengan penuh keyakinan dan keikhlasan.
-
Mengangkat tangan dengan penuh harap.
-
Memulai doa dengan memuji Allah dan bershalawat kepada Nabi Muhammad SAW.
-
Berdoa dengan bahasa yang baik dan penuh kesungguhan.
-
Tidak tergesa-gesa dalam mengharapkan jawaban dari Allah.