Kamis, 4 Juni 2026

Mengapa Islam Mengajarkan Kita untuk Selalu Berhati-hati dalam Berbicara?

- Kamis, 27 Maret 2025 | 16:39 WIB
Mengapa Islam Mengajarkan Kita untuk Selalu Berhati-hati dalam Berbicara? (Foto/YouTube)
Mengapa Islam Mengajarkan Kita untuk Selalu Berhati-hati dalam Berbicara? (Foto/YouTube)

IFA.id -- Lisan adalah anugerah yang diberikan Allah kepada manusia. Dengan lisan, kita bisa berkomunikasi, menyampaikan kebaikan, dan membangun hubungan dengan sesama.

Namun, jika tidak dijaga, lisan juga bisa menjadi sumber dosa dan kehancuran, baik di dunia maupun di akhirat.

Islam sangat menekankan pentingnya menjaga lisan. Rasulullah SAW bersabda:

"Barang siapa yang beriman kepada Allah dan hari akhir, maka hendaklah ia berkata baik atau diam." (HR. Bukhari dan Muslim)

Dari hadis ini, jelas bahwa berbicara bukan sekadar aktivitas biasa, tetapi harus dilakukan dengan penuh kesadaran dan tanggung jawab. Lalu, mengapa kita harus menjaga lisan? Berikut adalah jawabannya dalam Islam.

Baca Juga: Rahasia Menjadi Orang yang Lebih Sabar dan Tidak Mudah Tersulut Emosi

1. Lisan Bisa Menjadi Sumber Kebaikan atau Keburukan

Lisan dapat menjadi sarana untuk menyebarkan kebaikan, seperti berdakwah, memberi nasihat, dan menyampaikan ilmu.

Namun, jika tidak dijaga, lisan juga bisa menimbulkan keburukan, seperti fitnah, ghibah (menggunjing), dan menyakiti perasaan orang lain.

Allah berfirman:

"Tidak ada suatu kata yang diucapkannya melainkan ada di dekatnya malaikat pengawas yang selalu siap (mencatat)." (QS. Qaf: 18)

Setiap kata yang kita ucapkan akan dicatat oleh malaikat dan akan dipertanggungjawabkan di akhirat. Oleh karena itu, kita harus selalu berhati-hati dalam berbicara.

2. Menjaga Lisan Menghindarkan dari Dosa Ghibah dan Fitnah

Ghibah (menggunjing) dan fitnah adalah dua perbuatan yang sangat dilarang dalam Islam. Ghibah adalah membicarakan keburukan orang lain yang sebenarnya, sedangkan fitnah adalah menyebarkan kebohongan tentang seseorang.

Allah berfirman:

"Dan janganlah sebagian kamu menggunjing sebagian yang lain. Sukakah salah seorang di antara kamu memakan daging saudaranya yang sudah mati?" (QS. Al-Hujurat: 12)

Dari ayat ini, Allah menggambarkan ghibah seperti memakan bangkai saudara sendiri, yang merupakan perbuatan sangat menjijikkan. Dengan menjaga lisan, kita bisa menghindari dosa besar ini.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Cara Terbaik Bersedekah untuk Anak Yatim Menurut Islam

Kamis, 27 November 2025 | 10:08 WIB

Rahasia Besar di Balik Sedekah untuk Anak Yatim

Kamis, 27 November 2025 | 10:02 WIB

Mengapa Sedekah kepada Anak Yatim Dilipatgandakan?

Kamis, 27 November 2025 | 09:51 WIB

Keajaiban Sedekah Anak Yatim dalam Islam

Kamis, 27 November 2025 | 09:45 WIB

Ujian atau Azab? Cara Islam Memandang Musibah

Rabu, 26 November 2025 | 12:19 WIB

Sikap Terbaik Saat Menolong Korban Musibah

Rabu, 26 November 2025 | 12:05 WIB

Mengapa Islam Melarang Menghina Musibah Orang Lain?

Rabu, 26 November 2025 | 11:58 WIB

Doa yang Dianjurkan Ketika Melihat Musibah

Rabu, 26 November 2025 | 11:49 WIB

Adab Muslim Saat Melihat Orang Kena Musibah

Rabu, 26 November 2025 | 11:44 WIB

Rahasia Hikmah di Balik Musibah Menurut Islam

Rabu, 26 November 2025 | 11:37 WIB

Mitos dan Fakta tentang Hijab yang Sering Disalahpahami

Selasa, 25 November 2025 | 11:25 WIB

Perjalanan Hijab dari Masa Nabi hingga Era Modern

Selasa, 25 November 2025 | 11:11 WIB

Mengapa Hijab Diwajibkan? Penjelasan Dalil dan Hikmahnya

Selasa, 25 November 2025 | 11:07 WIB

Terpopuler

X