4. Ingat Bahwa Iri dan Dengki Merugikan Diri Sendiri
Iri dan dengki tidak akan merugikan orang yang kita iri terhadapnya, tetapi justru merugikan diri kita sendiri. Rasa iri hanya akan membuat hati gelisah, sulit bahagia, dan bahkan menghambat keberkahan hidup.
Ibnu Qayyim rahimahullah berkata:
“Orang yang hasad (dengki) itu memiliki tiga kerugian: dia mendapat murka Allah, tertutup pintu rezekinya, dan selalu hidup dalam kegelisahan.”
Maka, lebih baik fokus pada memperbaiki diri daripada memikirkan kehidupan orang lain.
5. Hindari Perbandingan yang Tidak Sehat
Membandingkan diri dengan orang lain sering kali menjadi pemicu iri hati. Padahal, setiap orang memiliki perjalanan hidup yang berbeda-beda.
Alih-alih membandingkan diri dengan orang lain, cobalah fokus pada perkembangan diri sendiri dan tujuan hidup yang ingin dicapai.
6. Perbanyak Dzikir dan Istighfar
Dzikir dan istighfar adalah cara terbaik untuk menenangkan hati dan menghilangkan perasaan negatif.
Dengan sering mengingat Allah, hati akan lebih damai dan jauh dari penyakit hati seperti iri dan dengki. Rasulullah SAW bersabda:
“Tidaklah suatu kaum duduk berdzikir kepada Allah kecuali para malaikat mengelilingi mereka, rahmat meliputi mereka, ketenangan turun kepada mereka, dan Allah menyebut mereka di hadapan makhluk-makhluk yang ada di sisi-Nya.” (HR. Muslim)
7. Bergaul dengan Orang-Orang yang Positif
Lingkungan juga berpengaruh terhadap kebersihan hati. Jika kita sering bergaul dengan orang-orang yang selalu bersyukur dan berpikiran positif, maka sifat iri dan dengki akan lebih mudah dikendalikan. Rasulullah SAW bersabda:
“Seseorang akan mengikuti agama temannya. Maka hendaklah kalian memperhatikan siapa yang kalian jadikan teman.” (HR. Abu Dawud)
Pilihlah lingkungan yang mendukung pertumbuhan spiritual dan menjauhkan dari sifat negatif.
Baca Juga: Makanan Halal untuk Menjaga Kesehatan Paru-paru
8. Perbanyak Sedekah dan Berbuat Baik
Sedekah dan berbuat baik kepada orang lain dapat membersihkan hati dari iri dan dengki. Dengan membantu orang lain, kita akan menyadari bahwa kebahagiaan tidak hanya didapat dari memiliki sesuatu, tetapi juga dari memberi. Rasulullah SAW bersabda:
“Obatilah orang-orang yang sakit di antara kalian dengan sedekah.” (HR. Thabrani)