IFA.id -- Dalam kehidupan sehari-hari, banyak dari kita yang merasa khawatir atau cemas tentang masa depan, terutama terkait dengan rezeki.
Kita sering kali merasa takut tidak dapat memenuhi kebutuhan hidup atau kehilangan pekerjaan, sehingga rasa cemas dan khawatir mengganggu ketenangan hati.
Namun, sebagai umat Islam, kita diajarkan untuk tidak khawatir tentang rezeki, karena rezeki kita sudah diatur oleh Allah.
Tugas kita hanya berusaha semaksimal mungkin, sementara hasilnya diserahkan kepada Allah.
Artikel ini akan membahas bagaimana Islam mengajarkan kita untuk tidak khawatir mengenai rezeki dan bagaimana kita seharusnya menyikapi kehidupan dengan keyakinan bahwa Allah akan selalu mencukupi kebutuhan kita.
1. Rezeki Adalah Takdir Allah
Allah adalah pemberi rezeki bagi seluruh makhluk-Nya. Setiap individu telah ditentukan rezekinya sejak dalam rahim ibu. Allah berfirman dalam Al-Qur'an:
"Dan tidak ada satu pun makhluk yang melata di bumi ini, melainkan Allah-lah yang memberikan rezekinya."
(QS. Hud: 6)
Ayat ini mengingatkan kita bahwa Allah yang menentukan rezeki setiap makhluk-Nya. Oleh karena itu, tidak perlu ada kekhawatiran tentang apa yang akan kita dapatkan.
Baca Juga: Keutamaan Sahur dalam Islam Sunnah yang Banyak Manfaatnya
Setiap usaha yang kita lakukan sudah sesuai dengan takdir Allah, dan Allah akan memberikan yang terbaik bagi kita. Keyakinan ini dapat mengurangi kecemasan dan rasa takut akan masa depan.
2. Tugas Kita Hanya Berusaha
Islam mengajarkan kita untuk selalu berusaha (ikhtiar) dalam segala urusan, termasuk dalam mencari rezeki. Meskipun rezeki sudah ditentukan, bukan berarti kita bisa bersikap pasrah tanpa berusaha. Allah berfirman dalam Al-Qur'an:
"Dan katakanlah: 'Bekerjalah kamu, maka Allah dan Rasul-Nya serta orang-orang mukmin akan melihat pekerjaanmu.'"
(QS. At-Tawbah: 105)