IFA.id -- Rufaidah binti Sa'ad al-Aslamiyah dikenal sebagai perawat perempuan pertama dalam sejarah Islam.
Lahir di Madinah sekitar tahun 570 M, ia merupakan anggota suku Bani Aslam dari kaum Ansar.
Sejak usia dini, Rufaidah menunjukkan minat besar dalam dunia medis dengan membantu ayahnya, Sa'ad al-Aslamiyah, yang berprofesi sebagai dokter.
Melalui bimbingan ayahnya, ia menguasai keterampilan keperawatan dan pengobatan, yang kemudian menjadi dasar pengabdiannya kepada masyarakat.
Baca Juga: Hukum dan Tata Cara I’tikaf di Masjid
Pada masa Rasulullah SAW, Rufaidah memainkan peran penting dalam berbagai peristiwa penting umat Islam.
Saat terjadi Perang Badar, Uhud, dan Khandaq, ia mendirikan tenda di dekat medan pertempuran untuk merawat para prajurit yang terluka.
Keberaniannya tampak jelas ketika ia berada di garis terdepan, memberikan perawatan medis dan dukungan moral kepada para mujahid.
Selain itu, Rufaidah juga melatih sejumlah perempuan dari kalangan Ansar untuk menjadi perawat, membentuk tim medis yang andal dalam menghadapi situasi darurat.
Baca Juga: Menggapai Keberkahan dengan Mengamalkan Ayat Seribu Dinar
Kontribusi Rufaidah tidak hanya terbatas pada masa perang. Di masa damai, ia aktif dalam kegiatan sosial, memberikan pelayanan kesehatan kepada masyarakat Madinah, khususnya mereka yang kurang mampu.
Dedikasinya dalam bidang keperawatan menjadikannya teladan bagi generasi berikutnya.
Hingga kini, Rufaidah binti Sa'ad al-Aslamiyah dikenang sebagai pionir keperawatan dalam Islam dan simbol keberanian serta pengabdian tanpa pamrih.