Pada hari tragis, 18 Dzulhijjah 35 H, Utsman gugur dalam keadaan membaca Al-Qur’an. Para pemberontak masuk ke rumahnya dan membunuhnya dengan kejam. Darahnya menetes di atas mushaf yang sedang ia baca.
Kisah Utsman bin Affan adalah pelajaran tentang kesabaran, kedermawanan, dan keteguhan dalam menghadapi ujian.
Ia tetap teguh memegang prinsip meskipun menghadapi fitnah dan pengkhianatan. Warisan dan jasanya tetap dikenang oleh umat Islam hingga kini.