IFA.id -- Utsman bin Affan radhiyallahu ‘anhu adalah sosok sahabat Nabi Muhammad SAW yang terkenal dengan kedermawanannya, kelembutannya, dan keteguhannya dalam Islam.
Ia merupakan khalifah ketiga dalam Khulafaur Rasyidin yang memimpin umat Islam selama 12 tahun.
Namun, kepemimpinannya berakhir dengan tragis ketika ia gugur dalam kudeta yang mengguncang dunia Islam.
Baca Juga: Pentingnya Konsisten dalam Berbuat Baik Sepanjang Tahun
Latar Belakang Utsman bin Affan
Utsman lahir dari keluarga Bani Umayyah yang terpandang di Makkah. Sebelum masuk Islam, ia sudah dikenal sebagai saudagar sukses dan memiliki akhlak yang mulia.
Ia adalah salah satu dari sedikit orang yang pertama kali masuk Islam atas ajakan Abu Bakar Ash-Shiddiq.
Keistimewaannya semakin terlihat ketika ia menikahi Ruqayyah, putri Rasulullah SAW. Setelah Ruqayyah wafat, ia menikahi Ummu Kultsum, putri Nabi yang lain.
Karena menikahi dua putri Nabi, Utsman mendapat julukan Dzun Nurain (Pemilik Dua Cahaya).
Baca Juga: Kisah Nabi Zakariya dan Kelahiran Nabi Yahya
Kedermawanan Utsman bin Affan
Utsman dikenal sebagai seorang yang sangat dermawan. Beberapa kisah yang menunjukkan kebaikannya antara lain:
- Membeli Sumur Raumah – Ketika umat Islam di Madinah kesulitan mendapatkan air, Utsman membeli sumur Raumah dari seorang Yahudi dan mewakafkannya untuk kaum Muslimin.
- Menyumbang Perang Tabuk – Saat Rasulullah SAW meminta bantuan untuk perang Tabuk, Utsman menyumbangkan 300 ekor unta, 50 kuda, serta 1.000 dinar emas, sebuah jumlah yang sangat besar pada masa itu.
- Pembangunan Masjid Nabawi – Ia menyumbangkan hartanya untuk memperluas Masjid Nabawi agar dapat menampung lebih banyak jamaah.
Menjadi Khalifah dan Tantangan yang Dihadapi
Setelah Umar bin Khattab wafat, Utsman terpilih menjadi khalifah ketiga. Masa awal kepemimpinannya berjalan dengan damai dan penuh prestasi, di antaranya:
- Mengodifikasi Al-Qur’an – Untuk mencegah perbedaan bacaan yang berpotensi menyebabkan perpecahan, Utsman memerintahkan penyalinan Al-Qur’an dalam dialek Quraisy yang kemudian dikenal sebagai Mushaf Utsmani.
- Ekspansi Wilayah Islam – Di bawah kepemimpinannya, Islam berkembang ke Afrika Utara, Armenia, dan Persia.
- Pembangunan Infrastruktur – Banyak jalan, jembatan, dan masjid yang dibangun untuk kepentingan umat.
Namun, seiring berjalannya waktu, muncul berbagai fitnah yang menuduh Utsman melakukan nepotisme dan ketidakadilan. Kelompok-kelompok pemberontak mulai menyebarkan kebencian terhadapnya, meskipun banyak tuduhan itu tidak berdasar.
Baca Juga: Sejarah Perkembangan Ilmu Hadis dalam Islam
Pengepungan dan Syahidnya Utsman
Pada tahun 35 Hijriyah, para pemberontak dari Mesir, Kufah, dan Bashrah mengepung rumah Utsman di Madinah.
Meski banyak sahabat yang ingin membelanya, Utsman melarang mereka berperang untuk menghindari pertumpahan darah sesama Muslim.
Artikel Terkait
Meraih Berkah Tak Terhingga! Keutamaan Membantu Sesama di Bulan Ramadhan
Kisah Nabi Zakariya dan Kelahiran Nabi Yahya
Kisah Nabi Syuaib dan Kaum Madyan yang Mendustakan Kebenaran
Kisah Abu Bakar Ash-Shiddiq: Sahabat Setia Nabi yang Pertama Masuk Islam
Sejarah Perkembangan Ilmu Hadis dalam Islam