IFA.id – Bilal Philips, yang lahir dengan nama Dennis Bradley Philips pada 17 Juli 1949 di Jamaika, merupakan sosok yang menarik perhatian dunia setelah perjalanannya yang luar biasa dalam memeluk islam dan menyebarkan ajarannya.
Dibesarkan dalam keluarga Nasrani, Bilal awalnya tidak memiliki ketertarikan terhadap islam. Namun, perjalanan hidupnya membuatnya menjadi seorang mualaf dan membantu ribuan tentara Amerika Serikat mengubah iman mereka.
Sejak muda, Bilal sangat mencintai musik dan berkarir sebagai gitaris. Ia dikenal sebagai "Jimmy Hendrix-nya Sabah" saat tampil di Malaysia pada tahun 1960-an.
Baca Juga: Menemukan Konsep Inspiratif Islam untuk Kehidupan yang Lebih Bermakna
Namun, saat kembali ke Kanada, ia terjerumus dalam pergaulan bebas yang hampir membawanya pada penggunaan obat-obatan terlarang.
Beruntung, ia berhasil keluar dari lingkungan negatif tersebut dan mulai mencari pengetahuan lebih dalam tentang berbagai ideologi, termasuk sosialisme dan komunisme.
Perkenalan Bilal dengan islam dimulai saat ia tinggal di Malaysia. Meskipun awalnya tidak tertarik, pengalaman tersebut menanamkan benih rasa ingin tahunya.
Baca Juga: Sabina Altynbekova, Pevoli Cantik yang Taat Beragama dan Inspirasi Banyak Orang
Pada tahun 1973, setelah bertemu dengan seorang teman yang memeluk islam, Bilal mulai mempelajari ajaran islam secara serius.
Ia membaca berbagai buku dan berdiskusi dengan cendekiawan muslim hingga akhirnya mengucapkan kalimat syahadat.
Setelah menjadi muslim, Bilal merasa perlu untuk belajar lebih banyak tentang agamanya. Ia belajar di Universitas Islam Madinah dan Universitas Riyadh, memperoleh gelar dalam Ushuluddin dan teologi islam.
Baca Juga: 7 Tips Menjaga Kesehatan Mental Dalam Islam, Anti Ribet!
Pengalaman ini memberinya pemahaman yang kuat tentang islam, yang ia gunakan untuk berdakwah.
Selama Perang Teluk pada awal 1990-an, Bilal ditugaskan untuk memberikan informasi tentang islam kepada tentara AS yang berada di Arab Saudi.