Ia berhasil mengubah perspektif sekitar 3.000 serdadu AS tentang agama islam dengan cara yang penuh kasih dan menjelaskan ajarannya dengan jelas.
Bilal menekankan bahwa islam adalah agama yang mendukung damai dan menentang kekerasan.
Setelah perang berakhir, Bilal terus mendakwah para tentara mualaf dan membantu mereka membangun komunitas muslim di pangkalan militer dengan mendirikan mushola dan mengadakan konferensi untuk memperkuat iman mereka.
Baca Juga: Apa Itu Mental Health? dan Hubungannya dengan Islam
Kegiatan ini membantu tentara AS memahami islam lebih baik dan membuat jambatan antara budaya mereka dan ajaran islam.
Bilal kemudian melanjutkan misinya ke Filipina, di mana ia mendirikan pusat informasi tentang islam dan universitas berbasis islam di Cotabato City.
Melalui upayanya ini, ia berhasil menarik lebih dari 15.000 orang untuk memeluk islam dalam waktu lima tahun.
Baca Juga: Tidur Siang dalam Tradisi Sunnah dan Manfaat bagi Kesehatan serta Produktivitas
Bilal Philips kini dikenal sebagai salah satu tokoh muslim paling berpengaruh di dunia. Ia telah menulis sejumlah besar buku tentang ajaran islam dan terus aktif berdakwah melalui berbagai platform, termasuk Universitas Online Islam yang dia dirikan di Qatar.
Kisah hidupnya menjadi inspirasi bagi banyak orang, menunjukkan bahwa pencarian spiritual dapat membawa seseorang ke jalan yang penuh makna dan berdampak positif pada orang lain.
(Dinda Putri R)
Artikel Terkait
Kisah Kejujuran yang Menginspirasi: Pelajaran Hidup dari Ka'ab Bin Malik Sahabat Rasulullah
Keadilan yang Menginspirasi: Perjalanan Seorang Pencuri Menuju Hidayah
Kisah Jermaine Jackson: Musisi Terkenal yang Menemukan Kedamaian dalam Islam
Perjalanan Hidup Henry Klassen: Profesor Harvard yang Menemukan Islam Melalui Penelitian
Kapan Waktu yang Tepat untuk Beramal? Jawabannya Ada di Al-Qur'an
Lima Hikmah yang Didapatkan Jika Bertobat Jalan Kembali Menuju Allah