Ia menggambarkan perjalanan ini sebagai perjalanan dari "neraka" ke jalan sufistik yang lebih tenang. Safin mengakui bahwa pandangan agama dan dunianya dibentuk oleh pengalaman hidupnya.
Ia sekarang dikenal sebagai orang yang lebih santai dan berpikir positif, dan ia sering berbicara tentang pentingnya iman dan disiplin dalam hidup.
Setelah bermain di Paris Masters, Marat Safin pensiun dari tenis profesional pada tahun 2009. Reputasinya sebagai salah satu petenis terbaik masih hidup meskipun kariernya berakhir.
Banyak generasi atlet muda telah terpengaruh olehnya, terutama di kalangan komunitas muslim.
Marat Safin dikenang bukan hanya sebagai juara tenis tetapi juga sebagai contoh ketekunan dan pencarian identitas karena kombinasi bakat luar biasa dan perjalanan spiritual yang mendalam.
(Dinda Putri R)