IFA.id – Pada awal penyebaran islam, umat muslim menghadapi berbagai bentuk penganiayaan dan penindasan dari kaum Quraisy.
Banyak sahabat Nabi Muhammad SAW harus meninggalkan rumah mereka untuk mencari tempat aman.
Dalam keadaan sulit ini, Nabi Muhammad menyarankan beberapa sahabatnya untuk hijrah ke Habasyah, di mana Raja Najasyi dikenal sebagai raja yang adil dan bijaksana.
Baca Juga: Fenomena Kopi Gerobak Kekinian: Menyajikan Kopi Berkualitas dengan Harga Terjangkau
Lebih dari 80 sahabat Nabi pergi ke Habasyah untuk mencari perlindungan. Mereka diterima dengan baik oleh raja Najasyi, yang memberi mereka tempat tinggal dan hak-hak mereka sebagai pengungsi.
Ia memahami bahwa para muslim ini adalah korban dari penindasan yang dilakukan oleh kaum Quraisy.
Kaum Quraisy tidak tinggal diam ketika mereka tahu beberapa orang dari umat islam telah melarikan diri ke Habasyah.
Baca Juga: Tangisan Kebahagiaan di Gaza: Kesepakatan Henti Tempur Dirayakan dengan Kegembiraan
Mereka mengirimkan utusan, Umarah bin Walid dan Amr bin Ash, untuk meminta Raja Najasyi mengembalikan orang muslim.
Dalam pertemuan tersebut, utusan Quraisy mencoba melobi dengan membawa hadiah dan mencoba menghancurkan citra umat islam.
Raja Najasyi, bagaimanapun, tidak terlalu terburu-buru dalam membuat keputusan. Ia meminta perwakilan umat islam untuk mendengarkan pendapat mereka secara langsung.
Salah satu sahabat Nabi yang menjadi juru bicara, Ja'far bin Abi Thalib, memberikan penjelasan tentang ajaran islam dan keyakinan mereka terhadap Isa Al-Masih.
Raja Najasyi menunjukkan kebijaksanaannya dengan mempercayai tuduhan dari utusan Quraisy dalam dialog tersebut.