Ia melawan Khalifah Ali bin Abi Thalib dengan memimpin pasukan yang terdiri dari pendukungnya.
Keberanian Aisyah menunjukkan bahwa perempuan dapat memiliki suara dan kekuatan politik meskipun pasukannya kalah dalam pertempuran.
Selain dikenal sebagai istri Nabi, Aisyah juga dikenal sebagai pionir perempuan yang berani menantang konvensi zamannya.
Ia dianggap sebagai simbol kekuatan perempuan dalam islam dan menunjukkan bahwa perempuan berhak untuk berpartisipasi dalam percakapan politik dan sosial.
Banyak ulama pada masanya menghormatinya dan sering digunakan sebagai referensi untuk berbagai masalah agama dan hukum.
(Dinda Putri R)