Jumat, 17 Juli 2026

Mitos dan Fakta tentang Hijab yang Sering Disalahpahami

- Selasa, 25 November 2025 | 11:25 WIB
Hijab bukan sekadar kain di kepala, tetapi perjalanan spiritual dan identitas yang setiap muslimah jalani dengan caranya sendiri. (Foto/Ilustrasi)
Hijab bukan sekadar kain di kepala, tetapi perjalanan spiritual dan identitas yang setiap muslimah jalani dengan caranya sendiri. (Foto/Ilustrasi)

Modelnya? Sangat luas. Ada abaya Timur Tengah, baju kurung Melayu, kebaya longgar ala Nusantara, gamis modern, hingga pashmina sederhana.

Baca Juga: Pandangan Ulama tentang Budaya Pamer

Islam memberikan batas, bukan detail presisi.

Faktanya: hijab punya prinsip tetap, tetapi modelnya bisa mengikuti budaya, kenyamanan, dan konteks sosial.

Mitos 5: Hijab membuat seseorang otomatis lebih baik

Hijab kerap dipandang sebagai simbol moralitas. Jika memakai hijab maka dianggap lebih baik, jika belum berhijab dianggap kurang. Cara pandang seperti ini sangat reduktif, bahkan tidak mencerminkan ajaran Islam yang melihat amal, hati, dan niat sebagai ukuran utama.

IFA.id mencatat bahwa banyak perempuan berhijab yang masih berjuang memperbaiki diri setiap hari, sama seperti yang belum berhijab juga berjuang dalam perjalanan spiritualnya. Dua-duanya adalah manusia yang sedang tumbuh.

Faktanya: hijab tidak otomatis menjadikan seseorang sempurna. Ia hanya salah satu bentuk ketaatan, sementara akhlak tetap pusat penilaian.

Baca Juga: Riyaa: Ancaman Tersembunyi Sikap Pamer

Mitos 6: Hijab tidak relevan di zaman modern

Di era digital dan globalisasi, hijab tetap menjadi identitas yang kuat. Bahkan, semakin banyak muslimah di industri profesional, kesehatan, teknologi, hingga dunia kreatif yang tampil percaya diri dengan hijab. Mereka menjadi bukti bahwa hijab tidak menghalangi kompetensi.

Bahkan tren fashion modest wear berkembang pesat secara global. Banyak brand besar menampilkan model berhijab, menunjukkan bahwa hijab bukan hambatan modernitas, tetapi bagian dari keberagaman gaya hidup dunia.

Faktanya: hijab relevan karena ia fleksibel mengikuti zaman.

Mitos 7: Tidak berhijab berarti menolak ajaran Islam

Ini salah satu mitos paling sensitif. Islam tidak mengajarkan untuk menghakimi. Ada muslimah yang sudah siap berhijab, ada yang masih berproses. Ada pula yang memahami dalil tetapi belum menemukan kenyamanan psikologis.

Halaman:

Artikel Selanjutnya

Mengapa Pamer Bisa Merusak Amal?

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Cara Terbaik Bersedekah untuk Anak Yatim Menurut Islam

Kamis, 27 November 2025 | 10:08 WIB

Rahasia Besar di Balik Sedekah untuk Anak Yatim

Kamis, 27 November 2025 | 10:02 WIB

Mengapa Sedekah kepada Anak Yatim Dilipatgandakan?

Kamis, 27 November 2025 | 09:51 WIB

Keajaiban Sedekah Anak Yatim dalam Islam

Kamis, 27 November 2025 | 09:45 WIB

Ujian atau Azab? Cara Islam Memandang Musibah

Rabu, 26 November 2025 | 12:19 WIB

Sikap Terbaik Saat Menolong Korban Musibah

Rabu, 26 November 2025 | 12:05 WIB

Mengapa Islam Melarang Menghina Musibah Orang Lain?

Rabu, 26 November 2025 | 11:58 WIB

Doa yang Dianjurkan Ketika Melihat Musibah

Rabu, 26 November 2025 | 11:49 WIB

Adab Muslim Saat Melihat Orang Kena Musibah

Rabu, 26 November 2025 | 11:44 WIB

Rahasia Hikmah di Balik Musibah Menurut Islam

Rabu, 26 November 2025 | 11:37 WIB

Mitos dan Fakta tentang Hijab yang Sering Disalahpahami

Selasa, 25 November 2025 | 11:25 WIB

Perjalanan Hijab dari Masa Nabi hingga Era Modern

Selasa, 25 November 2025 | 11:11 WIB

Mengapa Hijab Diwajibkan? Penjelasan Dalil dan Hikmahnya

Selasa, 25 November 2025 | 11:07 WIB

Terpopuler

X