IFA.id mencatat, banyak ulama menekankan bahwa sedekah tidak terbatas pada manusia. Hewan pun berhak atas kasih sayang, terutama yang lapar atau terlantar.
Imam Al-Ghazali bahkan menulis dalam Ihya Ulumuddin, bahwa memberi makan hewan adalah amal yang lembut, tapi sangat dicintai Allah karena menunjukkan kebersihan hati.
Baca Juga: Benarkah Sedekah ke Kucing Bisa Menghapus Dosa? Ini Penjelasan Ulama
Rani mungkin tidak paham dalil-dalil itu. Ia hanya mengikuti suara nurani. Tapi justru dari keikhlasan sederhana itu, rahmat Allah datang tanpa batas.
Psikologi Sedekah: Mengapa Hati Terasa Lapang?
Selain aspek spiritual, IFA.id juga menemukan penjelasan ilmiah di balik perasaan damai setelah bersedekah kepada hewan.
Menurut psikolog sosial dari Universitas Indonesia, Dr. R. Nuraini, tindakan memberi makan makhluk hidup tanpa pamrih memicu pelepasan hormon oksitosin—hormon yang menimbulkan rasa kasih dan bahagia.
“Saat seseorang memberi makan kucing lapar, otaknya menerima sinyal positif bahwa ia sedang melakukan sesuatu yang bermakna,” jelasnya. “Ini menurunkan stres, meningkatkan empati, dan memperkuat persepsi tentang hidup yang penuh berkah.”
Baca Juga: Kisah Nyata: Rezeki Datang Setelah Sedekah ke Kucing Lapar
Itulah mengapa banyak orang merasa tenang setelah memberi makan kucing. Bukan sekadar karena telah berbuat baik, tapi karena jiwa mereka ikut “disembuhkan” melalui kasih.
Kisah Serupa di Berbagai Daerah
IFA.id juga melansir beberapa kisah lain yang menunjukkan pola serupa. Di Yogyakarta, seorang mahasiswa bernama Adi yang dulu kesulitan membayar kos, mulai rutin memberi makan kucing di sekitar kampus. Ia menyiapkan nasi dan ikan kecil setiap pagi sebelum berangkat kuliah.
Tiga bulan kemudian, Adi mendapatkan beasiswa tak terduga dari lembaga yang bahkan tak pernah ia daftar sebelumnya. “Waktu itu saya benar-benar merasa seperti Allah sedang membalas dengan cara yang manis,” katanya dalam wawancara via email.
Sementara di Surabaya, seorang ibu rumah tangga yang kehilangan suami mengaku menemukan kembali semangat hidupnya lewat kegiatan memberi makan kucing jalanan di sekitar kompleks.
Baca Juga: Rahasia Pahala Tak Terduga dari Memberi Makan Kucing Jalanan
Artikel Terkait
Luka yang Diikhlaskan: Kisah Nyata tentang Memaafkan dengan Iman
Sebelum Allah Memaafkan: Belajar dari Cara Nabi Mengasihi