Lama-kelamaan, jamaah sepakat untuk menyediakan wadah air dan sisa makanan setiap hari. Tak disangka, setelah kebiasaan itu berjalan, masjid tersebut menjadi semakin ramai dan suasananya lebih hangat.
Menurut ustaz setempat, sedekah kepada hewan adalah bentuk penyucian hati. “Sedekah bukan hanya untuk manusia. Hewan pun berhak menerima kasih. Ketika kita memberi pada makhluk yang tak bisa membalas, di situlah nilai tertinggi dari keikhlasan,” ujarnya kepada IFA.id.
Antara Ujian dan Peluang Pahala
Sebagian orang mungkin menganggap remeh memberi makan kucing di masjid. Tapi jika melihat dari kacamata spiritual, hal itu bisa menjadi amalan yang membuka pintu rahmat.
Baca Juga: Kisah Nyata: Rezeki Datang Setelah Sedekah ke Kucing Lapar
Dalam hadis riwayat Bukhari disebutkan tentang seorang wanita pelacur yang diampuni dosanya karena memberi minum seekor anjing kehausan. Jika kepada anjing saja Allah memberi ampunan, apalagi kepada kucing yang disayangi Rasulullah?
IFA.id melansir bahwa sedekah kepada hewan termasuk bagian dari rahmah, kasih universal yang menjadi inti ajaran Islam.
Ujian itu bisa datang dalam bentuk yang sederhana seekor kucing lapar yang menatap dengan mata memohon di pelataran masjid. Pilihan manusia lah yang menentukan apakah itu hanya sekadar momen biasa, atau kesempatan langka untuk berbuat baik.
Ketika Sedekah Mengubah Hati
Banyak yang tidak menyadari bahwa tindakan kecil seperti memberi makan kucing bisa membawa ketenangan batin. Beberapa jamaah di masjid yang rutin memberi makan kucing bercerita bahwa mereka merasa lebih damai dan ringan hati setelah melakukannya.
Baca Juga: Rahasia Pahala Tak Terduga dari Memberi Makan Kucing Jalanan
Ada yang bahkan mengaku rezekinya terasa lebih lapang sejak mulai menyisihkan sebagian makanan untuk kucing.
Psikolog sosial pun menilai, perbuatan baik kepada hewan dapat meningkatkan hormon oksitosin hormon yang menumbuhkan rasa bahagia dan empati. Jadi, di balik ajaran agama yang menganjurkan kasih sayang kepada makhluk hidup, ada hikmah ilmiah yang menyehatkan jiwa.
Refleksi untuk Kita Semua
Kucing-kucing yang berkeliaran di sekitar masjid mungkin tidak meminta banyak. Hanya sedikit perhatian, secuil makanan, dan air bersih untuk bertahan hidup.
Artikel Terkait
Memaafkan dalam Islam: Bukan Lemah, Tapi Tanda Kuatnya Jiwa
Luka yang Diikhlaskan: Kisah Nyata tentang Memaafkan dengan Iman
Sebelum Allah Memaafkan: Belajar dari Cara Nabi Mengasihi
Ilmu Maaf: Bagaimana Islam Menyembuhkan Luka Sosial