Selasa, 21 Juli 2026

Rasa Cukup Adalah Kekayaan Sejati: Makna Syukur Menurut Islam

- Sabtu, 8 November 2025 | 17:16 WIB
Rasa cukup adalah kekayaan yang tak ternilai. (Foto/Ilustrasi)
Rasa cukup adalah kekayaan yang tak ternilai. (Foto/Ilustrasi)

 

IFA.id - Dalam hiruk-pikuk dunia yang tak pernah berhenti menuntut lebih, banyak manusia yang tanpa sadar terjebak dalam pusaran “tidak pernah cukup.”

Gaji naik, tapi hati tetap resah. Barang baru datang, tapi keinginan lain segera muncul. Padahal, di balik segala pencarian duniawi itu, Islam mengajarkan satu kunci ketenangan yang sering kita lupakan: rasa syukur.

Syukur: Bukan Sekadar Ucapan, Tapi Kesadaran Hati

Syukur bukan sekadar mengucap “Alhamdulillah” setiap kali mendapat nikmat. Syukur adalah kesadaran batin yang mendalam bahwa segala sesuatu yang kita miliki adalah titipan Allah, bukan hasil semata dari usaha pribadi. Rasulullah ﷺ bersabda:

“Lihatlah kepada orang yang berada di bawahmu dan janganlah melihat kepada orang yang berada di atasmu, karena hal itu lebih pantas agar kamu tidak meremehkan nikmat Allah kepadamu.” (HR. Muslim)

Baca Juga: Ketika Ramadan Mengubah Hidup: Setiap Ramadan datang, ada sesuatu yang berubah dalam diri manusia. Tidak semua bisa dijelaskan dengan logika, tapi sel

Hadis ini mengajarkan bahwa rasa cukup (qana‘ah) adalah bentuk syukur tertinggi. Ia bukan berarti berhenti berusaha, tetapi menenangkan hati agar tak diperbudak oleh keinginan tanpa batas.

Kekayaan Hati, Bukan Dompet

Rasulullah ﷺ juga bersabda: “Bukanlah kekayaan itu karena banyaknya harta benda, tetapi kekayaan yang sebenarnya adalah kekayaan hati.” (HR. Bukhari dan Muslim)

Betapa dalam makna sabda ini. Dunia modern menilai keberhasilan dari angka dan materi, namun Islam mengajarkan bahwa kebahagiaan lahir dari hati yang merasa cukup.

Seseorang mungkin hidup sederhana, namun jika hatinya tenang, ia jauh lebih kaya daripada mereka yang hidup mewah namun gelisah.

Baca Juga: Ramadan di Nusantara: Tradisi Berkah dari Sabang sampai Merauke

Tiga Pilar Syukur: Hati, Lisan, dan Perbuatan

Para ulama membagi syukur menjadi tiga:

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Cara Terbaik Bersedekah untuk Anak Yatim Menurut Islam

Kamis, 27 November 2025 | 10:08 WIB

Rahasia Besar di Balik Sedekah untuk Anak Yatim

Kamis, 27 November 2025 | 10:02 WIB

Mengapa Sedekah kepada Anak Yatim Dilipatgandakan?

Kamis, 27 November 2025 | 09:51 WIB

Keajaiban Sedekah Anak Yatim dalam Islam

Kamis, 27 November 2025 | 09:45 WIB

Ujian atau Azab? Cara Islam Memandang Musibah

Rabu, 26 November 2025 | 12:19 WIB

Sikap Terbaik Saat Menolong Korban Musibah

Rabu, 26 November 2025 | 12:05 WIB

Mengapa Islam Melarang Menghina Musibah Orang Lain?

Rabu, 26 November 2025 | 11:58 WIB

Doa yang Dianjurkan Ketika Melihat Musibah

Rabu, 26 November 2025 | 11:49 WIB

Adab Muslim Saat Melihat Orang Kena Musibah

Rabu, 26 November 2025 | 11:44 WIB

Rahasia Hikmah di Balik Musibah Menurut Islam

Rabu, 26 November 2025 | 11:37 WIB

Mitos dan Fakta tentang Hijab yang Sering Disalahpahami

Selasa, 25 November 2025 | 11:25 WIB

Perjalanan Hijab dari Masa Nabi hingga Era Modern

Selasa, 25 November 2025 | 11:11 WIB

Mengapa Hijab Diwajibkan? Penjelasan Dalil dan Hikmahnya

Selasa, 25 November 2025 | 11:07 WIB

Terpopuler

X