Perbanyak doa dan dzikir.
Karena hanya dengan mengingat Allah, hati menjadi tenang (QS. Ar-Ra’d: 28).
Renungan Akhir: Dunia Ini Bukan Rumah, Hanya Persinggahan
Baca Juga: Bangun Pagi, Niat Suci: Begini Cara Menjadikan Pekerjaan Sebagai Ibadah
Bayangkan seseorang sedang menunggu penerbangan di bandara. Ia tahu itu bukan rumahnya, jadi ia tak perlu membangun rumah di sana. Ia hanya duduk, menunggu, lalu berangkat. Begitulah dunia ini — sekadar ruang tunggu, bukan tempat menetap.
Maka jangan terlalu sibuk menata “terminal”, hingga lupa menyiapkan tiket menuju “tujuan akhir”. Dunia ini sementara, tapi keputusan yang kita ambil di dalamnya bisa menentukan keabadian.
Doa Penutup
اللَّهُمَّ لاَ تَجْعَلِ الدُّنْيَا أَكْبَرَ هَمِّنَا، وَلاَ مَبْلَغَ عِلْمِنَا، وَلاَ إِلَى النَّارِ مَصِيرَنَا
“Ya Allah, jangan jadikan dunia sebagai tujuan terbesar kami, bukan pula batas pengetahuan kami, dan jangan jadikan neraka sebagai tempat kembali kami.”
(HR. Tirmidzi)
Doa ini sering dibaca para ulama agar hati tetap seimbang: bekerja di dunia dengan sungguh-sungguh, tapi tetap sadar bahwa dunia hanyalah jalan, bukan tujuan.
Baca Juga: Rahasia Langit: Mengapa Hujan Selalu Datang Bersama Rezeki?
Artikel Terkait
Bersyukur di Tengah Gerimis: Cara Alam Mengajarkan Kesabaran
Tak Sekadar Cari Nafkah: Spirit Ibadah di Balik Setiap Pekerjaan