Kamis, 4 Juni 2026

Doa dan Dzikir Saat Sakit yang Diajarkan Rasulullah SAW

- Rabu, 29 Oktober 2025 | 15:18 WIB
Dalam sakit ada doa, dalam sabar ada pahala. (Foto/Ilustrasi)
Dalam sakit ada doa, dalam sabar ada pahala. (Foto/Ilustrasi)

 

IFA.id - Ada masa ketika tubuh melemah, napas terasa berat, dan dunia seolah melambat. Dalam keheningan itu, setiap desah menjadi doa, dan setiap air mata menjadi dzikir yang tulus. Sakit bukan hanya ujian tubuh, tetapi juga panggilan lembut agar hati kembali pada Sang Penyembuh sejati Allah SWT.

Sakit: Ujian atau Kasih Sayang Allah?

IFA.id mencatat, Rasulullah SAW tidak pernah memandang sakit sebagai hukuman. Justru sebaliknya, beliau mengajarkan bahwa sakit adalah bentuk kasih sayang Allah bagi hamba-hamba-Nya. Dalam sebuah hadis, beliau bersabda:

“Tidaklah seorang muslim tertimpa kelelahan, penyakit, kesedihan, kesusahan, gangguan, bahkan duri yang menusuknya, melainkan Allah akan menghapus sebagian dosa-dosanya karenanya.”
(HR. Bukhari dan Muslim)

Kalimat itu bukan sekadar penghiburan. Ia adalah paradigma baru: sakit bukan sesuatu yang harus ditakuti, melainkan kesempatan untuk membersihkan jiwa, menata ulang prioritas, dan mendekat lebih dekat pada Allah.

Baca Juga: Ketika Tubuh Lemah, Hati Dikuatkan: Kisah Orang Saleh yang Disucikan Lewat Sakit

Doa Rasulullah Saat Sakit

Ketika rasa sakit menyergap, Rasulullah SAW memberikan tuntunan doa yang lembut namun penuh makna. Salah satu doa yang paling sering beliau panjatkan adalah:

اللَّهُمَّ رَبَّ النَّاسِ، أَذْهِبِ الْبَأْسَ، اشْفِ أَنْتَ الشَّافِي، لاَ شِفَاءَ إِلاَّ شِفَاؤُكَ، شِفَاءً لاَ يُغَادِرُ سَقَمًا
“Ya Allah, Tuhan segala manusia, hilangkanlah penyakit ini, sembuhkanlah. Engkau-lah Maha Penyembuh. Tiada kesembuhan kecuali kesembuhan dari-Mu, kesembuhan yang tidak meninggalkan penyakit.” (HR. Bukhari dan Muslim)

IFA.id mengulas bahwa doa ini mengandung dua dimensi: spiritual dan medis. Dalam spiritual, doa ini menegaskan kebergantungan total pada Allah. Dalam sisi medis, doa ini menguatkan psikologi penyintas sakit menumbuhkan rasa tenang yang dapat mempercepat pemulihan

Dzikir Penentram Hati Saat Sakit

Dzikir menjadi teman sejati dalam sakit. Bukan hanya ucapan bibir, melainkan lantunan yang menenangkan sistem saraf, menurunkan stres, dan memperkuat imunitas sebagaimana dibuktikan banyak riset kontemporer tentang kekuatan mindfulness dan doa.

Baca Juga: Ujian atau Azab? Cara Membedakan Sakit yang Menghapus Dosa

Beberapa dzikir yang diajarkan Rasulullah SAW untuk kondisi sakit antara lain:

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Cara Terbaik Bersedekah untuk Anak Yatim Menurut Islam

Kamis, 27 November 2025 | 10:08 WIB

Rahasia Besar di Balik Sedekah untuk Anak Yatim

Kamis, 27 November 2025 | 10:02 WIB

Mengapa Sedekah kepada Anak Yatim Dilipatgandakan?

Kamis, 27 November 2025 | 09:51 WIB

Keajaiban Sedekah Anak Yatim dalam Islam

Kamis, 27 November 2025 | 09:45 WIB

Ujian atau Azab? Cara Islam Memandang Musibah

Rabu, 26 November 2025 | 12:19 WIB

Sikap Terbaik Saat Menolong Korban Musibah

Rabu, 26 November 2025 | 12:05 WIB

Mengapa Islam Melarang Menghina Musibah Orang Lain?

Rabu, 26 November 2025 | 11:58 WIB

Doa yang Dianjurkan Ketika Melihat Musibah

Rabu, 26 November 2025 | 11:49 WIB

Adab Muslim Saat Melihat Orang Kena Musibah

Rabu, 26 November 2025 | 11:44 WIB

Rahasia Hikmah di Balik Musibah Menurut Islam

Rabu, 26 November 2025 | 11:37 WIB

Mitos dan Fakta tentang Hijab yang Sering Disalahpahami

Selasa, 25 November 2025 | 11:25 WIB

Perjalanan Hijab dari Masa Nabi hingga Era Modern

Selasa, 25 November 2025 | 11:11 WIB

Mengapa Hijab Diwajibkan? Penjelasan Dalil dan Hikmahnya

Selasa, 25 November 2025 | 11:07 WIB

Terpopuler

X